Tren Liburan Lintas Generasi, Gen Z Utamakan Berburu Kuliner dan Tempat Ramah Lingkungan
Ilustrasi liburan.(Dok. Shutterstock)
12:12
2 April 2026

Tren Liburan Lintas Generasi, Gen Z Utamakan Berburu Kuliner dan Tempat Ramah Lingkungan

- Dalam merancang liburan, Generasi Z lebih senang traveling untuk mencari kuliner baru dan mengeksplorasi alam.

Punya kecenderungan berbeda, Generasi Y atau generasi milenial dan Generasi X yang lebih tua justru mengutamakan traveling sebagai momen untuk liburan bersama keluarga.

Data tersebut tecermin dari hasil dari Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi yang menggambarkan kebiasaan, preferensi, dan aspirasi traveling Gen X, Gen Y, dan Gen Z. Selain motivasi tersebut, anak-anak Gen Z juga gemar melakukan liburan untuk mendapatkan pengetahuan sejarah dan budaya yang baru.

Baca juga: Studi PwC: Gen Z Tekan Belanja, Tapi Tuntut Nilai Lebih

Sedangkan generasi X memiliki motivasi yang tidak muncul di dua generasi yang lebih muda yakni traveling untuk melakukan workcation, atau bekerja dari lokasi liburan tanpa mengambil cuti.

Secara umum, setiap generasi rata-rata traveling 1-2 kali sepanjang 2025.

Frekuensinya mirip, tetapi cara dan motivasinya tidak selalu sama.

Gen X cenderung memilih wisata ramah keluarga dan tempat hits. Mereka mengutamakan efisiensi waktu dan kenyamanan. Dengan demikian Gen X perlu menyusun itinerary seefisien mungkin dengan mengunjungi tempat berdekatan.

Sementara itu, Gen Y mencari aktivitas unik dan menarik. Mereka menentukan itinerary sesuai prioritas destinasi yang hendak dikunjungi, tetapi di sisi lain fleksibel kalau menemukan tempat menarik di tengah perjalanan.

Generasi milenial ini juga menyukai tempat yang eksklusif dan privat. Preferensi ini tidak muncul di dua generasi lainnya.

Gen Z suka liburan ke kawasan yang ramah lingkungan

Hal tersebut berbeda dengan Gen Z yang banyak dipengaruhi oleh rekomendasi teman dan media sosial.

Generasi ini lebih ekporatif dengan menyukai berjunjung ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Uniknya, Gen Z juga menyukai tempat wisata yang ramah lingkungan atau eco friendly. Preferensi ini tidak muncul di generasi yang sebelumnya.

Umumnya, Gen Z cukup fleksibel dengan menyesuaikan itinerary dengan kota atau negara tujuan.

Dengan demikian, rencana yang sudah dibuat bisa berubah kalau menemukan spot yang lebih seru.

Seluruh generasi menggunakan Google Maps dan media sosial dalam menyusun rencana perjalanannya.

Dari sisi pilihan destinasi, generasi Z lebih menyukai wilayah luar negeri. Sementara itu Gen Milenial dan Gen X lebih menyukai destinasi di dalam negeri.

Lima destinasi lokal favorit lintas generasi, yaitu Magelang, Labuan Bajo, Yogyakarta, Bali, dan Lombok.

Sementara itu, lima destinasi luar negeri favorit lintas generasi, yaitu Jepang, China, Thailand, Singapura, dan Eropa.

Baca juga: Gen Z Prioritaskan Self-Reward, Konsep Kemewahan Bergeser ke Belanja Kecil

Persiapan anggaran liburan

Lebih dari 50 persen responden Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi menyiapkan bujet untuk traveling tiga bulan sebelum keberangkatan.

Hal ini menunjukkan pergeseran pola pikir bahwa traveling bukan impulsif, melainkan bagian dari perencanaan finansial.

Gen X melihat bujet sebagai sesuatu yang harus siap.

Di samping itu, Gen Y lebih fleksibel dengan anggaran (bujet) disiapkan, destinasi bisa menyesuaikan.

Gen Z cenderung mengamankan dana dulu sebanyak mungkin biar lebih leluasa saat traveling.

Ilustrasi liburanSHUTTERSTOCK/TORWAISTUDIO Ilustrasi liburan

Perencanaan Traveling

Dalam Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi gaya belanja tiap generasi makin kelihatan ketika sampai di destinasi tujuan.

Gen X dominan sebagai smart planner. Mereka membandingkan harga, mencari promo, dan menjaga pengeluaran tetap terkendali.

Bagi mereka, pengalaman penting, tetapi tetap dalam batas rasional.

Gen Y menunjukkan keseimbangan.

Selain smart planner, banyak yang jadi comfort seeker. Artinya, mereka rela membayar lebih untuk kenyamanan: hotel strategis dengan kasur yang nyaman, transportasi yang lebih praktis.

Sementara itu, Gen Z punya komposisi unik.

Meski tetap ada smart planner, proporsi experience spender cukup tinggi.

Mereka rela mengalokasikan dana lebih untuk pengalaman unik seperti workshop lokal, konser, kuliner khas, atau aktivitas yang kerap dianggap once in a lifetime. Bisa disimpulkan bahwa dalam hasil Jenius Study ini, makin muda generasi, makin besar keinginan membayar lebih untuk pengalaman, bukan hanya efisiensi.

Fitur finansial yang membantu

Lima fitur Jenius yang paling relevan untuk kebutuhan traveling antara lain adalah Mata Uang Asing, Kartu Debit Jenius, Kartu Kredit Jenius, Yay Points, Flexi Saver & Dream Saver.

Dari sisi perilaku, kebutuhan lintas generasi tidak hanya soal transaksi, tetapi juga fleksibilitas dan reward. Jenius sebagai aplikasi perbankan revolusioner menjadi enabler penting dalam keputusan traveling.

Namun, selain lima fitur di atas, para pelancong juga bisa memanfaatkan Flexi Cash sebagai dana fleksibel untuk kebutuhan traveling yang tidak terduga, serta Jenius QR dengan QRIS Cross Border agar transaksi makin praktis.

Sebagai informasi, Jenius dari SMBC Indonesia merilis Jenius Study 2026: Perilaku Traveling Lintas Generasi yang menggambarkan kebiasaan, preferensi, dan aspirasi traveling Gen X, Gen Y, dan Gen Z. Studi ini melibatkan 300 responden melalui survei online dan wawancara mendalam yang dilaksanakan pada November 2025 sampai Januari 2026.

Baca juga: Survei: Karier Fleksibel dan Keseimbangan Hidup Jadi Prioritas Gen Z

Tag:  #tren #liburan #lintas #generasi #utamakan #berburu #kuliner #tempat #ramah #lingkungan

KOMENTAR