Efek Berganda Industri Hulu Migas bagi Masyarakat, Mulai dari Pajak hingga Dana Bagi Hasil
Industri hulu minyak dan gas bumi dinilai memberi dampak luas bagi masyarakat. Dampak ini muncul dari berbagai aktivitas ekonomi yang terhubung dengan sektor migas.
Pengamat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina A. Rinto Pudyantoro menyebut ada sedikitnya 13 efek yang dirasakan masyarakat.
"Kalau yang dirasakan pertama itu pasti CSR (Corporate Social Responsibility), tapi kalau yang paling besar berdampak itu PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) Migas dan DBH (Dana Bagi Hasil) Migas," kata Rinto dalam Media Education Indonesian Petroleum Association (IPA), Rabu (1/4/2026).
Baca juga: Aliansi PHE–INPEX Dibuka, Bidik Proyek Migas Asia Tenggara
Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi merupakan bagian dari Pendapatan Negara Bukan Pajak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dana ini dialokasikan ke daerah penghasil dengan porsi tertentu.
Rinto juga menyoroti Participating Interest atau PI 10 persen. Skema ini memberi hak kepemilikan kepada Badan Usaha Milik Daerah atau Badan Usaha Milik Negara setelah Plan of Development pertama disetujui.
"Artinya keterlibatannya terbesar, tapi kalau nilainya paling gede secara angka adalha DBH dan PBB Migas," ujar dia.
Target produksi nasional juga dibahas. Pemerintah menargetkan 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari.
Rinto menilai target ini memiliki dasar perhitungan. Pencapaian bergantung pada sejumlah faktor kunci.
"Hitung-hitungan satu juta barrel itu sudah ada dasarnya, paling tidak dia ada faktor-faktor yang menyebabkan akan bisa mengupayakan satu juta barrel itu dapat terpenuhi," jelas dia.
Baca juga: Proyek Manpatu PHM Melaju, Dorong Produksi Migas Nasional
Faktor utama mencakup eksplorasi, optimalisasi aset, dan Enhanced Oil Recovery atau EOR.
"Paling tidak tiga itu utamanya," ucap dia.
Jika ketiga faktor berjalan sesuai rencana, target produksi dinilai masih mungkin tercapai. Risiko tetap ada karena berbagai kendala di lapangan.
"Jadi potensi tidak tercapai karena berbagai macam masalah bisa saja terjadi," kata dia.
Indonesian Petroleum Association melihat prospek sektor ini masih terbuka. Tantangan datang dari dinamika investasi global dan transisi energi.
Vice President IPA Ronald Gunawan menilai ketahanan energi tetap menjadi agenda penting.
" Kami melihat target tersebut sebagai aspirasi yang positif. Yang terpenting adalah bagaimana roadmap pemerintah untuk mencapainya, terutama melalui percepatan eksplorasi dan pengembangan lapangan baru," ujar Ronald.
Penurunan produksi terjadi di banyak lapangan lama. Kondisi ini terlihat di wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.
Ronald menekankan pentingnya eksplorasi dan pengembangan lapangan baru untuk menjaga produksi. Minat investor juga mulai kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Tag: #efek #berganda #industri #hulu #migas #bagi #masyarakat #mulai #dari #pajak #hingga #dana #bagi #hasil