Ekspansi Mixue di Indonesia: Serap 12.800 Pekerja Lokal, Sokong 20.000 Jasa Rantai Pasok
Dalam lima tahun, Mixue sudah menyerap 12.800 pekerja lokal dengan jumlah gerai lebih dari 2.000. (Dok MIXUE)
12:24
1 Juni 2026

Ekspansi Mixue di Indonesia: Serap 12.800 Pekerja Lokal, Sokong 20.000 Jasa Rantai Pasok

– Sejak pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 2020, jaringan gerai es krim dan teh asal China, Mixue, mencatatkan ekspansi bisnis yang masif melalui skema kemitraan.

Hingga saat ini, lebih dari 1.400 warga lokal membuka gerai Mixue di berbagai wilayah Nusantara.

Bahkan Indonesia menjadi salah satu pasar pertumbuhan terpenting bagi Mixue di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: Siapa Pendiri Mixue, Jaringan Restoran Cepat Saji Terbesar Dunia?

Ilustrasi gerai bubble tea dan es krim Mixue.WIKIMEDIA COMMONS/BAQOTUN0023 Ilustrasi gerai bubble tea dan es krim Mixue.

Ekspansi agresif ini tidak hanya memperkuat penetrasi pasar mereka, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja nasional di tengah pemulihan ekonomi.

Head of Public Relations Mixue Southeast Asia Region, Alexs B, mengungkapkan bahwa ekosistem bisnis yang mereka bangun saat ini telah menyerap belasan ribu tenaga kerja secara langsung.

"Saat ini, gerai-gerai Mixue di Indonesia secara langsung menyediakan sekitar 12.800 posisi pekerjaan, dengan lebih dari 96 persen tenaga kerjanya berasal dari masyarakat lokal," ujar Alexs dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (1/6/2026).

Efek domino rantai pasok lokal

Di luar penyerapan tenaga kerja di dalam gerai, model bisnis Mixue turut menciptakan multiplier effect (efek domino) ekonomi melalui ekosistem rantai pasok lokal yang mereka bangun.

Baca juga: Bukan McD atau KFC, Mixue Jaringan Restoran Fast Food Terbesar di Dunia

Rantai pasok ini mengintegrasikan berbagai sektor pendukung dalam negeri, mulai dari industri pengolahan bahan baku, logistik antarkota, jasa konstruksi dan renovasi gerai, hingga produksi kemasan serta material operasional.

Aktivitas ekonomi yang bergerak di sepanjang rantai pasok tersebut diklaim berhasil membuka puluhan ribu peluang kerja baru di sektor-sektor terkait.

Ilustrasi es krim Mixue. shutterstock/Karim Jabbar Ilustrasi es krim Mixue.

"Aktivitas ekonomi yang tercipta dari rantai pasok ini secara tidak langsung mendukung lebih dari 20.000 lapangan pekerjaan tambahan," kata Alexs.

Keberlangsungan usaha di atas rata-rata industri

Meski jumlah gerai tumbuh menjamur dalam waktu relatif singkat, manajemen mengeklaim kinerja operasional kemitraan mereka berada dalam kondisi yang sehat.

Baca juga: Mixue Buka Gerai Pertama di AS, Tandai Ekspansi di Amerika Utara

Dukungan ekosistem diklaim membuat tingkat keberlangsungan usaha (survival rate) para mitra berada di atas rata-rata industri sejenis.

Kehadiran model bisnis ini dinilai memberi dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi skala mikro dan kecil di daerah, sekaligus menjadi wadah bagi masyarakat lokal untuk mulai berwirausaha.

Melalui pendekatan yang berbasis pada komunitas, Mixue berambisi untuk tidak sekadar dikenal sebagai jaringan minuman terbesar, melainkan juga sebagai penanam modal asing dengan reputasi sosial yang kuat.

"Melalui pendekatan yang dekat dengan komunitas, Mixue terus berupaya memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat sekaligus tumbuh bersama Indonesia," pungkas Alexs.

Tag:  #ekspansi #mixue #indonesia #serap #12800 #pekerja #lokal #sokong #20000 #jasa #rantai #pasok

KOMENTAR