Usai Idul Adha, Bapanas Percepat Intervensi Stabilisasi Harga Pangan
Pedagang beras di Pasar Pucang Anom, Surabaya, Selasa (18/5/2026).(KOMPAS.com/AZWA SAFRINA)
13:48
1 Juni 2026

Usai Idul Adha, Bapanas Percepat Intervensi Stabilisasi Harga Pangan

Pemerintah terus mempercepat berbagai program intervensi pangan usai hari raya Idul Adha 1447 Hijriah guna menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sekaligus melindungi produsen pangan.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan, kondisi harga pangan secara nasional masih relatif terkendali setelah momentum hari besar keagamaan tersebut.

Menurut dia, indikator pengendalian harga dapat dilihat dari perkembangan inflasi nasional yang menunjukkan tren positif.

Baca juga: Kementan: Mafia Pangan Ambil Kesempatan Saat Ada Kebijakan Besar

"Tentu kita mengacu pada data BPS bahwa di bulan April kemarin, inflasi kita turun. Secara nasional artinya kondisi harga terkendali," ujar pria yang akrab disapa Maino itu dalam keterangannya, dikutip pada Senin (1/6/2026).

Meski demikian, pemerintah tetap mencermati dinamika harga pangan yang terjadi di berbagai daerah. Salah satu faktor yang masih menjadi perhatian adalah distribusi pangan yang belum merata.

"Memang yang menjadi catatan kita bersama itu distribusi, karena sentra-sentra produksi belum merata di semua wilayah dan periode (panen) waktunya tentunya juga berbeda-beda antarwilayah," kata Maino.

Sejumlah komoditas masih sesuai acuan harga

Berdasarkan data Panel Harga Pangan Bapanas per 29 Mei 2026 atau dua hari setelah Idul Adha, sejumlah komoditas pangan strategis tercatat masih berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.

Baca juga: APTRI: Gula Harus Masuk Bantuan Pangan, Petani Butuh Kesejahteraan

Harga beras medium secara nasional berada di level Rp 13.456 per kilogram atau turun tipis 0,19 persen dibandingkan sepekan sebelumnya.

Momen warga saat membeli cabai di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026).Momen warga saat membeli cabai di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026). Momen warga saat membeli cabai di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026).

Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat Rp 38.385 per kilogram dan telur ayam ras Rp 29.469 per kilogram. Kedua komoditas tersebut masih berada di bawah batas HAP yang telah ditetapkan pemerintah.

Namun, beberapa komoditas hortikultura masih mengalami tekanan harga.

Harga bawang merah tercatat mencapai Rp 47.185 per kilogram atau berada di atas HAP tertinggi sebesar Rp 41.500 per kilogram.

Baca juga: Pemerintah Tambah Bantuan Pangan di Masa El Nino, Isinya Beras 10 Kg

Sementara harga cabai merah keriting mencapai Rp 60.638 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan HAP tertinggi yang ditetapkan sebesar Rp 55.000 per kilogram.

Selain itu, cabai rawit merah juga masih menjadi komoditas yang mendapat perhatian karena fluktuasi harganya yang relatif tinggi.

Stabilitas harga tak hanya untuk konsumen

Maino menegaskan, kebijakan stabilisasi pangan tidak hanya bertujuan menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat sebagai konsumen.

Pemerintah juga berupaya memastikan produsen memperoleh harga yang layak agar kegiatan produksi tetap berjalan.

Baca juga: Dampak Pelemahan Rupiah ke Masyarakat: Harga Pangan hingga Risiko PHK

"Jadi semua harus kita lindungi, karena produsen kita juga harus mendapatkan harga yang wajar, yang menguntungkan, agar mereka tetap semangat berproduksi," jelasnya.

Menurut dia, pembahasan mengenai gejolak harga selama ini lebih banyak berfokus pada konsumen.

Padahal, stabilitas harga di tingkat produsen juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan pangan.

"Produksi juga penting karena selama ini kita bicara gejolak harga seolah-olah di tingkat konsumen saja. Kita lupa di tingkat produsen juga kadang harganya tidak stabil atau mengalami gangguan," kata Maino.

Baca juga: FAO Peringatkan Lonjakan Harga Pangan dalam 12 Bulan, Imbas Krisis Selat Hormuz

Program intervensi dikebut

Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan, pemerintah terus mempercepat pelaksanaan berbagai program intervensi yang telah berjalan.

Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan distribusi pangan, pemantauan perkembangan harga, serta langkah-langkah stabilisasi yang menyasar komoditas strategis yang mengalami fluktuasi.

Bapanas menilai pengendalian harga pangan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha hingga petani dan peternak.

Pemerintah juga terus berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan produsen agar harga tetap terkendali tanpa mengurangi insentif bagi pelaku usaha untuk meningkatkan produksi.

Baca juga: IMF Ingatkan Risiko Subsidi Energi dan Pangan Berlebihan

Dengan kondisi harga yang relatif terjaga pasca-Idul Adha, berbagai program intervensi pangan akan terus dipercepat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di berbagai daerah.

Tag:  #usai #idul #adha #bapanas #percepat #intervensi #stabilisasi #harga #pangan

KOMENTAR