Harga Emas Dunia Turun, Tertekan Dollar AS dan Kenaikan Harga Minyak
Ilustrasi emas. (FREEPIK/wirestock)
12:16
1 Juni 2026

Harga Emas Dunia Turun, Tertekan Dollar AS dan Kenaikan Harga Minyak

– Harga emas dunia bergerak melemah pada perdagangan awal pekan, Senin (1/6/2026), setelah dollar AS menguat dan harga minyak melonjak.

Pelaku pasar juga masih menunggu keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terkait usulan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.

Mengutip Reuters, Senin (1/6/2026), harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi 4.518,09 dollar AS per ons troi pada pukul 03.06 GMT. Padahal, logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada sesi sebelumnya.

Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Turun

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun lebih dalam, yakni 1 persen ke level 4.548,90 dollar AS per ons troi.

Dollar AS menguat

Pelemahan harga emas dipicu oleh penguatan dollar AS yang membuat harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Kondisi ini biasanya mengurangi daya tarik emas di pasar internasional.

Analis Pasar KCM Trade Tim Waterer mengatakan, kenaikan harga minyak dan belum tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran membuat pergerakan emas masih dibayangi ketidakpastian.

"Kenaikan harga minyak, ditambah kesepakatan AS-Iran yang masih belum jelas, cukup membuat pasar emas bergerak tidak stabil pada awal pekan," ujar Waterer.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 1 Juni 2026, Cek Rinciannya

Pada Jumat lalu, Trump menyatakan akan segera mengambil keputusan terkait proposal perpanjangan gencatan senjata dengan Iran.

Namun, kedua negara masih memiliki perbedaan pandangan dalam sejumlah isu penting yang menjadi akar konflik.

Ketegangan Timur Tengah kembali memanas

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan pasukan negaranya bergerak lebih jauh ke wilayah Lebanon dalam operasi melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Langkah tersebut dilakukan meski gencatan senjata telah diumumkan lebih dari enam pekan lalu.

Situasi geopolitik tersebut turut mendorong harga minyak dunia naik lebih dari 2 persen pada perdagangan awal Senin.

Kenaikan harga energi memunculkan kembali kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan potensi suku bunga yang tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Baca juga: Emas Bukan Cuma Antam, Ini 6 Jenis Emas Batangan di Indonesia

Prospek emas masih positif

Secara tradisional, emas dianggap sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Namun, daya tariknya cenderung berkurang ketika suku bunga tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen keuangan lainnya.

Wakil Ketua Federal Reserve Bidang Pengawasan Michelle Bowman mengatakan dampak perang di Timur Tengah terhadap perekonomian masih terus dipantau.

Meski demikian, konflik tersebut berpotensi mendorong inflasi bertahan lebih lama sehingga dapat memerlukan kebijakan moneter yang lebih ketat.

Meski harga emas terkoreksi, Waterer menilai prospek logam mulia itu masih positif dalam jangka menengah hingga panjang.

Ilustrasi harga emas dunia.DOK. Pixabay/Global_Intergold. Ilustrasi harga emas dunia.

Menurut dia, harga emas berpotensi menembus level 5.500 dollar AS per ons troi pada akhir 2026 apabila didukung sejumlah faktor. 

Baca juga: BSI Tawarkan Investasi Emas Seharga Secangkir Kopi untuk Investor Pemula

Faktor-faktor tersebut seperti pelemahan dollar AS, penurunan harga minyak, pembelian emas yang tetap kuat oleh bank sentral, serta meningkatnya fungsi emas sebagai aset lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi.

Selain emas, logam mulia lainnya justru mencatat penguatan. Harga perak naik 0,4 persen menjadi 75,58 dollar AS per ons troi, platinum menguat 1,1 persen menjadi 1.937,30 dollar AS per ons troi, dan paladium naik 1,2 persen ke level 1.370,50 dollar AS per ons troi.

Tag:  #harga #emas #dunia #turun #tertekan #dollar #kenaikan #harga #minyak

KOMENTAR