Pentingnya Memahami Polis Asuransi agar Klaim Tidak Ditolak
Ilustrasi asuransi kesehatan. (SHUTTERSTOCK/VALERI LUZINA)
18:52
31 Maret 2026

Pentingnya Memahami Polis Asuransi agar Klaim Tidak Ditolak

— Di tengah meningkatnya biaya layanan medis dan ketidakpastian risiko kesehatan, kepemilikan asuransi kesehatan menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan masyarakat.

Polis asuransi berfungsi sebagai perlindungan finansial terhadap berbagai biaya perawatan, mulai dari konsultasi dokter hingga rawat inap, sesuai manfaat yang tercantum dalam kontrak.

Bagi banyak orang, asuransi kesehatan kerap dianggap sebagai penyelamat dalam situasi darurat medis.

Baca juga: Asosiasi Asuransi Jiwa Dukung Program Penjaminan Polis Diluncurkan Mulai 2027

Ilustrasi asuransi kesehatanDok. Shutterstock/ Monster Ztudio Ilustrasi asuransi kesehatan

Namun, pemahaman terhadap isi polis masih sering terabaikan, padahal polis merupakan kontrak yang mengikat antara nasabah dan perusahaan asuransi.

Di dalamnya tercantum ketentuan mengenai hak dan kewajiban kedua belah pihak, termasuk cakupan manfaat, biaya, risiko, prosedur klaim, hingga klausul pengecualian.

Dengan membaca dan memahami syarat serta ketentuan dalam polis, nasabah dapat mengetahui secara jelas manfaat perlindungan yang dimiliki.

Hal ini juga membantu memastikan proses klaim di kemudian hari dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Baca juga: LPS Sebut Persiapan Program Penjaminan Polis Capai 80 Persen

Klausul pengecualian yang perlu dicermati

Setiap polis asuransi memiliki ketentuan berbeda, tergantung jenis produk yang dipilih. Salah satu bagian penting adalah klausul pengecualian, yaitu kondisi atau situasi tertentu yang tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Asuransi adalah sebuah perjanjian hukum antara dua pihak, yaitu penanggung (perusahaan asuransi) dan tertanggung (nasabah).FREEPIK/FREEPIK Asuransi adalah sebuah perjanjian hukum antara dua pihak, yaitu penanggung (perusahaan asuransi) dan tertanggung (nasabah).

Beberapa kondisi yang umumnya termasuk dalam pengecualian antara lain penyakit yang tidak tercakup dalam manfaat polis, klaim dalam masa tunggu, cedera akibat tindakan kriminal, kelainan bawaan atau penyakit keturunan, serta tindakan medis yang tidak berkaitan dengan kebutuhan medis seperti operasi kosmetik.

Dalam produk asuransi kesehatan Prudential Indonesia, salah satu pengecualian yang menjadi perhatian adalah perawatan atau pengobatan eksperimental.

Disebutkan bahwa perawatan eksperimental merupakan tindakan yang menggunakan metode, prosedur, teknologi, atau bahan yang belum terbukti efektif berdasarkan ilmu kedokteran barat dan/atau belum memperoleh persetujuan dari otoritas berwenang di negara tempat tindakan dilakukan.

Baca juga: LPS Siapkan 2 Skenario Implementasi Program Penjaminan Polis Asuransi

Suatu tindakan tetap dapat dikategorikan sebagai eksperimental meskipun dilakukan di rumah sakit besar, direkomendasikan oleh dokter, atau telah tersedia secara komersial, apabila belum tercantum dalam pedoman medis resmi atau belum memenuhi kriteria ilmiah dan regulator.

Penilaian terhadap terapi juga mempertimbangkan sejumlah aspek, seperti status persetujuan oleh otoritas seperti BPOM, FDA, atau EMA, kekuatan bukti ilmiah, tujuan klinis, serta tingkat pengakuan dalam sistem layanan kesehatan.

Sebagai contoh, dalam penanganan kanker payudara, terapi Immune Cell Therapy (ICT) yang menggunakan darah pasien untuk diolah dan dikembalikan kembali, termasuk dalam kategori eksperimental sehingga tidak ditanggung dalam manfaat polis asuransi kesehatan Prudential Indonesia.

Pentingnya keterbukaan informasi nasabah

Selain memahami isi polis, nasabah juga perlu memberikan informasi yang lengkap dan sesuai fakta saat pengajuan asuransi. Informasi tersebut mencakup riwayat kesehatan, hobi, hingga gaya hidup seperti konsumsi alkohol.

Baca juga: Penyelamatan Polis Asuransi Jiwasraya ke IFG Life jadi Momen Kembalinya Kepercayaan Publik

Ilustrasi asuransi jiwa Prudential.SHUTTERSTOCK/KONEKTUS PHOTO Ilustrasi asuransi jiwa Prudential.

Dalam bahan disebutkan, informasi tersebut menjadi dasar keputusan perusahaan asuransi dalam melakukan penilaian risiko.

Apabila informasi yang disampaikan tidak sesuai atau tidak lengkap, perusahaan dapat melakukan analisa ulang yang berpotensi memengaruhi kondisi polis maupun keputusan klaim, termasuk kemungkinan penolakan klaim.

Nasabah juga perlu memperhatikan kondisi medis yang sudah ada sebelum polis diterbitkan, baik yang telah diketahui maupun belum, karena hal tersebut berada di luar cakupan perlindungan yang disepakati dalam polis.

Edukasi dan proses dari Prudential Indonesia

Prudential Indonesia menyampaikan pentingnya pemahaman nasabah terhadap produk asuransi, termasuk isi polis dan klausul pengecualian.

Baca juga: Dari Calon Pengantin ke Pemegang Polis, Pentingnya Agen Asuransi Tepercaya

Perusahaan juga mengimbau nasabah untuk memanfaatkan masa mempelajari polis (free-look period) selama 14 hari kalender sejak polis diterbitkan.

Dalam periode tersebut, nasabah dapat mempelajari isi polis secara menyeluruh. Apabila tidak menyetujui ketentuan yang tercantum, nasabah dapat membatalkan polis dan premi akan dikembalikan setelah dikurangi biaya tertentu.

Selain itu, Prudential Indonesia juga melakukan proses Welcome Call sebagai kanal komunikasi awal antara perusahaan dan nasabah.

Proses ini bertujuan memastikan pemahaman nasabah terhadap manfaat asuransi, biaya, risiko, fitur produk, serta ketentuan dalam polis, termasuk klausul pengecualian.

Baca juga: OJK Sebut Peluang Program Penjaminan Polis Dipercepat ke 2027

Nasabah juga dapat memperoleh penjelasan lebih lanjut melalui tenaga pemasar Prudential Indonesia yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memiliki sertifikasi profesional.

Perusahaan secara berkala memberikan pelatihan kepada tenaga pemasar agar mampu menjelaskan produk secara detail dan komprehensif.

Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap isi polis, termasuk klausul pengecualian, nasabah dapat menyesuaikan perlindungan dengan kebutuhan serta menghindari kesalahpahaman dalam proses klaim di masa mendatang.

Tag:  #pentingnya #memahami #polis #asuransi #agar #klaim #tidak #ditolak

KOMENTAR