PLN: Beban Puncak Listrik Nasional Capai 34,77 GW Saat Lebaran
- PT PLN (Persero) mencatat beban puncak listrik nasional saat perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah mencapai 34,77 gigawatt (GW).
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, tingginya beban puncak tersebut masih berada dalam batas aman karena ditopang kapasitas daya mampu pasok nasional yang sebesar 51,37 GW.
Selain itu, seluruh personel PLN juga disiagakan untuk menjaga pasokan listrik tetap andal, terutama saat pelaksanaan salat Idul Fitri.
Baca juga: Tarif Tambah Daya Listrik PLN Maret 2026 dari 450 VA-5.500 VA, Mulai Rp 421.650
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat menyampaikan sambutannya pada peresmian Dapur 2 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lanud Atang Sendjaja di Kabupaten Bogor (21/11). Ia menyampaikan, inisiatif ini merupakan komitmen PLN dalam mendukung program prioritas nasional, khususnya percepatan penanganan stunting dan peningkatan gizi masyarakat.
"Seluruh insan PLN bekerja dengan penuh dedikasi untuk menjaga layanan listrik tetap hadir bagi masyarakat, sehingga ibadah dan kebersamaan keluarga dapat berlangsung dengan nyaman," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/3/2026).
PLN pun menetapkan masa siaga kelistrikan hingga 31 Maret 2026 guna memastikan sistem tetap beroperasi optimal di tengah meningkatnya konsumsi listrik.
Secara perinci, PLN mengamankan pasokan listrik di 4.429 lokasi prioritas, meliputi 2.044 tempat ibadah, 706 titik transportasi, 439 lokasi keramaian, 426 pusat perbelanjaan, serta 814 rumah sakit.
"Lokasi-lokasi prioritas terpantau aman dan terkendali tanpa adanya gangguan kelistrikan. Kami terus melakukan pemantauan secara intensif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas pada momen Idul Fitri ini dengan lancar," ucap Darmawan.
Baca juga: PLN IP Siapkan 268 Proyek Pembangkit Baru Kapasitas 30,2 GW hingga 2034
Di daerah, beban puncak listrik juga terpantau meningkat namun tetap dalam kondisi aman.
Pada Nusa Tenggara Barat (NTB), misalnya, sistem Lombok mencatat beban saat salat Id sebesar 326 megawatt (MW) dengan daya mampu 380 MW, sehingga masih terdapat cadangan 54 MW.
Sementara di sistem Tambora, Pulau Sumbawa, beban puncak mencapai 139 MW dengan daya mampu 188 MW dan cadangan daya sebesar 49 MW.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Sri Heny Purwanti, memastikan kondisi tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama Lebaran.
Baca juga: PLN: Pasokan Listrik Jakarta Aman Meski Beban Ramadhan-Lebaran Tembus 5,5 GW
"Dengan cadangan daya yang tersedia, sistem kelistrikan NTB berada dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat selama perayaan Idulfitri, termasuk saat pelaksanaan Salat Idulfitri," jelasnya.
Tag: #beban #puncak #listrik #nasional #capai #3477 #saat #lebaran