UMKM Sumut Ekspor 9 Ton Keripik Pisang Kepok Ke Malaysia
ilustrasi keripik pisang manis gurih. (SHUTTERSTOCK/gowithstock)
14:36
28 Februari 2026

UMKM Sumut Ekspor 9 Ton Keripik Pisang Kepok Ke Malaysia

- Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Utara (Sumut), Archilla mengekspor 9 ton keripik pisang kepok senilai Rp 270 juta ke Malaysia pada Sabtu (27/2/2026).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melepas pengiriman hasil olahan perkebunan itu di Kota Tebing Tinggi, Sumut.

“Ekspor ini membuktikan bahwa UMKM daerah memiliki daya saing dan kualitas yang mampu diterima pasar global. Kami berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mengikuti jejak menembus pasar ekspor,” kata Budi sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (28/2/2026).

Baca juga: Pisang Kepok Sumut Tembus Pasar Malaysia, Mendag Dorong UMKM Go Global

Usaha Pemilik Keripik Pisang Kepok Keling Archilla dimulai pada 2016 sebagai bisnis rumahan.

Usaha kecil itu kemudian berkembang dan bisa menghasilkan berbagai jenis produk, mengantongi legalitas usaha serta sertifikasi halal, dan rutin ekspor ke Malaysia sejak 2022.

Budi mengatakan, Kementerian Perdagangan menjalankan program UMKM Berani Inovasi SIap Adaptasi (BISA) Eksppr untuk membuka akses pasar internasional bagi UMKM lokal.

Pemerintah merancang program ini untuk membantu UMKM mengatasi keterbatasan pembeli di luar negeri.

Kemendag, kata Busan, aktif memfasilitasi UMKM dalam berbagai kegiatan penjajakan bisnis atau business matching yang didukung 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara.

“Pada 2025, kami telah memfasilitasi sekitar 1.200 UMKM dengan total transaksi mencapai 134,8 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,2 triliun. Sebanyak 70 persen di antaranya merupakan UMKM yang belum pernah ekspor,” ujar Budi.

Baca juga: Dibanjiri Impor China, UMKM Lokal Sulit Berkembang 

Selain program itu, Kemendag juga menjalankan program Desa Bisa Ekspor.

Melalui program ini, pemerintah memberikan pembinaan bagi desa yang berpotensi ekspor melalui pelatihan, pengemasan produk, sampai promosi.

“Kami ingin UMKM tidak hanya kuat di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar global. Baik UMKM besar, menengah, kecil, di kota maupun di desa, semuanya harus punya kesempatan yang sama untuk ekspor,” kata Budi.

Wakil Gubernur Sumut, Surya mengatakan, tulang punggung perekonomian wilayahnya ditopang sektor pertanian, terutama subsektor komoditas hortikultura dan perkebunan.

Pelepasan ekspor ke Malaysia, kata Surya, menjadi bentuk komitmen Pemprov Sumut dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan produksi UMKM.

“Pemerintah Provinsi Sumatra Utara terus mendorong hilirisasi sektor pertanian agar nilai tambah tidak berhenti pada produk mentah, tetapi berkembang menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Surya.

Sementara itu, pemilik Keripik Pisang Kepok Keling Archila, Budiarti, mengaku telah mengikuti berbagai pelatihan dari pemerintah.

Ia berharap, dukungan pemerintah bisa memperkuat dan memperluas jangkauan ekspor produk keripik pisangnya.

“Harapan kami, kedepan tidak hanya ke Malaysia, tetapi juga bisa menembus negara lain Kami berharap dukungan dan pendampingan pemerintah dapat terus berlanjut agar produk kami bisa masuk ke pasar seperti Thailand,” ujarnya.

Tag:  #umkm #sumut #ekspor #keripik #pisang #kepok #malaysia

KOMENTAR