Ekonom UI Hitung Potensi Trade Diversion AS ke Indonesia Capai 7,11 Miliar Dollar AS
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C, pada Jumat (20/2/2026).(DOKUMENTASI BPMI)
10:04
28 Februari 2026

Ekonom UI Hitung Potensi Trade Diversion AS ke Indonesia Capai 7,11 Miliar Dollar AS

– Ekonom Universitas Indonesia sekaligus Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia Fithra Faisal Hastiadi memproyeksikan potensi pengalihan perdagangan atau trade diversion Amerika Serikat ke Indonesia mencapai 7,11 miliar dollar AS.

Fenomena tersebut muncul karena tarif resiprokal atas produk Indonesia lebih rendah dibanding negara pesaing. Kondisi itu mendorong importir di Amerika Serikat beralih ke produk asal Indonesia.

“Secara ekonomi kita diuntungkan, karena memang negara-negara tersebut memiliki tarif yang jauh lebih tinggi, seperti misalnya Brazil dan juga China, itu ada potensi trade diversion. Jadi, dalam konteks ekonomi kita untung," ujar Fithra Faisal Hastiadi di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Baca juga: Ekonom Ramai Kritik Perjanjian Dagang RI–AS, Pemerintah Pede Tetap Jalan

Perhitungan tersebut ditopang tarif 0 persen untuk 1.819 produk Indonesia. Kesepakatan dagang Indonesia dan Amerika Serikat juga membuka peluang investasi di sektor manufaktur strategis.

“Ini bukan hitungan pemerintah, ini hitungan saya, disclaimer, jadi untuk manufacturing (sektor manufaktur) itu (Indonesia) bisa mendapatkan keuntungan (dari trade diversion) sekitar 3,38 miliar dolar AS,” jelasnya.

Sektor manufaktur berpotensi menyumbang 3,38 miliar dollar AS. Sektor tekstil diperkirakan meraih 2,22 miliar dollar AS. Sektor agrikultur berpotensi menambah 1 miliar dollar AS.

Perjanjian dagang tersebut juga membuka peluang pengakuan standar timbal balik atau mutual recognition. Skema itu mencakup standarisasi jaminan kesehatan dan sertifikasi halal.

Fithra menilai standar tinggi dari Food and Drug Administration Amerika Serikat dapat memperkuat pengawasan keamanan makanan dan obat di Indonesia.

Produk asal Amerika Serikat yang telah tersertifikasi Food and Drug Administration tidak perlu lagi mengurus perizinan ulang di Badan Pengawas Obat dan Makanan. Hal serupa berlaku untuk produk yang telah memiliki sertifikasi halal, misalnya dari ISWA Halal Certification Department USA Halal Chamber of Commerce.

Baca juga: Ekonom Ini Sebut Perjanjian Dagang dengan AS Bikin Posisi RI di Bawah Kendali Asing

Ia juga menyoroti posisi Indonesia yang konsisten menjaga politik luar negeri netral. Sikap tersebut memberi keuntungan di tengah dinamika perdagangan global.

Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS turut menciptakan peluang. Banyak anggota BRICS menghadapi beban tarif tinggi ke Amerika Serikat. Kondisi itu mendorong arus trade diversion ke Indonesia.

Amerika Serikat kini menempatkan Indonesia sebagai basis rantai pasok alternatif utama.

Fithra menyebut manfaat kerja sama bilateral mulai terlihat dari komitmen investasi Amerika Serikat. Investasi tersebut mengalir ke pengembangan teknologi semikonduktor dan pengolahan mineral logam tanah jarang atau rare earth.

"Ketika AS dalam hal ini datang berinvestasi semikonduktor, jadi artinya dalam hal ini kita juga bisa membangun ekosistem itu. Jadi ketika kita ekspor di situ (ekosistem semikonduktor) juga untuk kepentingan kita juga," imbuh Fithra Faisal Hastiadi.

Tag:  #ekonom #hitung #potensi #trade #diversion #indonesia #capai #miliar #dollar

KOMENTAR