Strategi OJK Tekan Bunga Kredit agar Pinjaman Lebih Murah
- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah menyiapkan strategi untuk menekan suku bunga kredit perbankan agar biaya pinjaman bagi masyarakat menjadi lebih murah.
Upaya ini dilakukan di tengah tren penurunan bunga kredit perbankan yang kini telah mencapai kisaran 8 persen dari sebelumnya berada di atas 9 persen.
“Sekarang sudah turun loh kan. Sudah cukup lumayan signifikan. Sudah near 8 persen something. Itu kan sebelumnya masih di atas 9. Nah itu sekarang sudah cukup lumayan,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae saat ditemui di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Salah satu instrumen yang digunakan untuk menekan bunga kredit adalah penempatan dana pemerintah, termasuk Saldo Anggaran Lebih (SAL), di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Baca juga: Kemenkeu Minta Bunga Kredit Ultra Mikro Tak Lebih dari 4 Persen
Penempatan Dana Pemerintah
“Misalnya katakanlah SAL ini tetap stay di sana. Lalu, sekarang Menteri Keuangan bicara dengan kita bahwa dia tak akan meng-encourage special rate. Lembaga pemerintah atau BUMN yang melakukan negosiasi itu sekarang juga disuruh ditekan,” paparnya.
Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga mulai menekan praktik pemberian special rate yang selama ini kerap dinegosiasikan oleh lembaga pemerintah maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Baca juga: Suku Bunga Kredit Diprediksi Mulai Turun, BCA Targetkan Pertumbuhan Kredit 8-10 Persen
Dampak ke Permintaan Kredit
Ketika bunga kredit turun, biaya pinjaman menjadi lebih murah sehingga meningkatkan daya tarik bagi masyarakat untuk mengambil kredit, baik untuk konsumsi maupun kebutuhan produktif lainnya.
“Bila bunga kredit ke nasabah itu turun, tentu ini akan meng-encourage orang untuk melakukan pinjaman, entah untuk konsumsi dan lainnya,” beber Dian.
“Sehingga, perekonomian bakal semakin menggeliat. Intinya begitu,” lanjutnya.
Dari sisi perbankan, bunga yang lebih kompetitif juga berpotensi meningkatkan volume penyaluran kredit karena permintaan pembiayaan cenderung naik.
Baca juga: Ruang Penurunan Bunga Kredit Menguat, Harapan Makin Terlihat
Tantangan di Kredit Konsumsi
Namun demikian, penurunan bunga pada kredit konsumsi memiliki tantangan tersendiri karena karakteristiknya berbeda dengan kredit investasi atau modal kerja, terutama terkait tenor yang relatif pendek dan tingkat perputaran transaksi yang tinggi.
“Kadang itu bagian lifestyle juga. Kenapa orang menggunakan kartu kredit atau BNPL, dalam konteks konsumsi, ya itu lifestyle saja,” ujarnya.
“Ada yang bisa dilunasi tapi menunggu gajian. Ada yang dibayar lunas, ada yang tidak,” lanjut Dian.
Tag: #strategi #tekan #bunga #kredit #agar #pinjaman #lebih #murah