Turun 69 Kg, Alison Hammond Ungkap Kunci Diet Tanpa Aturan Ekstrem
Alison Hammond mengungkap perubahan pola makan yang membantunya menurunkan berat badan 11 stone atau sekitar 69 kilogram.
Presenter This Morning berusia 51 tahun itu mengatakan, perubahan besar dalam tubuhnya bukan berasal dari diet ekstrem atau latihan yang terlalu keras, melainkan dari cara pandang baru terhadap makanan.
Melansir Women’s Health (13/4/2026), Hammond sebelumnya memiliki berat sekitar 190 kilogram sebelum diagnosis pradiabetes membuatnya mulai memikirkan ulang kebiasaan makan sehari-hari.
Ia kemudian mulai mengurangi gula dan makanan berlemak, tetapi tidak benar-benar menghapus semua makanan favoritnya.
Baca juga: Membentuk Tubuh Berotot Tidak Perlu Diet Ekstrem, Ini Kuncinya
Mulai dari mengurangi makanan manis
Hammond mengatakan, ia sudah berlatih dengan personal trainer selama lima tahun, bahkan ketika berada pada berat badan terbesarnya.
Namun, ia menyadari masalah utamanya ada pada pola pikir terhadap makanan, terutama makanan manis seperti permen toffee.
“Saya punya personal trainer selama lima tahun, bahkan saat saya berada pada ukuran tubuh terbesar,” kata Hammond kepada Radio Times.
“Namun, saya punya mentalitas kekanak-kanakan soal makanan, terutama toffee. Sekarang saya hanya makan beberapa dalam sehari,” ujar dia.
Hammond juga menegaskan, ia tidak menjalani pola makan yang terlalu membatasi.
“Saya tidak melarang diri saya makan apa pun. Saya makan semuanya, tetapi secukupnya,” kata Hammond.
Baca juga: Pria Ini Turun 45 Kg dengan Aplikasi Diet AI, Ahli Ingatkan Jangan Asal Ikut
Mengurangi gula bisa bantu diet
Ilustrasi diet. Alison Hammond menurunkan berat badan sekitar 69 kg dengan mengurangi gula, menjaga pola makan seimbang, dan menerapkan pendekatan yang lebih realistis terhadap makanan.
Ahli nutrisi, pakar penurunan berat badan, sekaligus penulis The Nozempic Diet, Kim Pearson, mengatakan mengurangi makanan manis dapat membantu proses penurunan lemak.
“Faktanya, semakin banyak camilan manis, semakin lambat penurunan berat badan,” kata Pearson.
Menurut Pearson, sebagian orang lebih termotivasi saat melihat angka timbangan turun, sehingga mereka memilih tidak terlalu sering makan makanan yang dapat memperlambat proses penurunan lemak.
Ia menyarankan orang yang sedang diet membuat catatan makanan selama satu sampai dua minggu.
Langkah ini dapat membantu seseorang lebih jujur melihat seberapa sering makanan manis benar-benar dikonsumsi.
“Sangat penting untuk jujur kepada diri sendiri tentang seberapa banyak camilan yang dimakan,” ujar Pearson.
Baca juga: Diet Tanpa Tersiksa, Pria Ini Turun 30 Kg dengan Metode Calorie Budget
Tidak harus menghapus gula sepenuhnya
Pearson menjelaskan, menurunkan lemak tubuh tidak selalu berarti harus menghapus gula sepenuhnya.
Tidak ada satu jenis makanan yang langsung menyebabkan kenaikan lemak, tetapi beberapa makanan dapat membuat seseorang lebih sulit menjaga defisit kalori.
Pearson mengatakan, gula merupakan sumber energi yang mudah digunakan tubuh.
Saat seseorang mengonsumsi makanan bergula dan glukosa beredar dalam darah, tubuh cenderung menggunakan energi itu lebih dulu dibanding membakar lemak yang tersimpan.
Itu sebabnya, mengurangi gula dapat membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil, mengatur nafsu makan, dan mengurangi keinginan makan manis.
Pearson juga mengingatkan, gula tidak hanya ada pada biskuit, kue, dan permen. Gula juga dapat ditemukan pada saus, sereal, bar yang terdengar sehat, serta minuman manis.
Baca juga: Diet Sederhana Tanpa Banyak Variasi Ternyata Lebih Efektif Turunkan Berat Badan
Diet seimbang lebih mudah dijalani
Pearson mengatakan, diet yang terlalu ketat sering kali membuat seseorang merasa tersiksa dan sulit bertahan dalam jangka panjang.
“Penting untuk tidak merasa dibatasi saat menurunkan berat badan,” kata Pearson.
Menurut dia, strategi diet sebaiknya tetap memuat makanan sehat yang disukai agar seseorang tidak merasa perlu terus-menerus keluar dari rencana makan.
Pearson menyarankan makanan dibangun dari protein, sayuran tinggi serat, dan lemak sehat agar tubuh merasa kenyang lebih lama.
Ia juga menyarankan makan pada waktu teratur dengan jarak sekitar empat sampai lima jam agar tubuh tidak terlalu lapar.
Jika ingin makanan manis, Pearson menyarankan agar keputusan itu dibuat secara sadar, bukan impulsif.
Ia juga menyebut buah bisa menjadi pilihan manis yang lebih ringan, misalnya buah beri dengan yoghurt.
Baca juga: Kesalahan Diet yang Bisa Mempercepat Penuaan, dari Pola Makan hingga Cara Memasak
Pradiabetes jadi titik balik
Perubahan Hammond juga dipengaruhi riwayat keluarga.
Ibunya memiliki diabetes tipe 2, sehingga diagnosis pradiabetes menjadi peringatan penting bagi Hammond.
“Saya berpikir, ‘Saya harus bersikap dewasa tentang ini.’ Permen harus berhenti, begitu juga makanan berlemak,” kata Hammond.
Hammond juga pernah mengatakan bahwa ia memilih tidak menggunakan suntikan penurun berat badan.
Ia menilai suntikan tersebut bisa bermanfaat bagi orang yang membutuhkannya, tetapi ia memilih fokus pada perubahan gaya hidup yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Kisah diet Hammond menunjukkan bahwa penurunan berat badan tidak selalu harus dimulai dari aturan yang ekstrem.
Perubahan kecil, konsisten, dan tetap realistis dapat membantu seseorang membangun pola makan yang lebih sehat tanpa merasa kehilangan kendali atas makanan.
Baca juga: Turun 73 Kg Tanpa Gym, Rahasia Diet Ini Cuma Jalan Kaki Setiap Hari
Tag: #turun #alison #hammond #ungkap #kunci #diet #tanpa #aturan #ekstrem