Bitcoin Tersungkur ke 64.854 Dollar AS, Koreksi 30 Hari Tembus 27 Persen
- Tekanan di pasar kripto belum mereda. Hal ini ditandai dengan harga Bitcoin (BTC) yang melemah ke level 64.854 dollar AS atau turun 3,64 persen dalam 24 jam terakhir.
Secara kinerja periodik, tekanan terlihat cukup dalam. Dalam tujuh hari terakhir Bitcoin (BTC) terkoreksi 5,81 persen, sementara untuk 30 hari ambles 27,19 persen. Secara year to date (YTD), pelemahan mencapai 25,89 persen.
Dari sisi suplai, jumlah yang beredar mencapai 19,99 juta BTC dari batas maksimum 21 juta BTC.
Bitcoin masih memimpin pasar dengan kapitalisasi 1,29 triliun dollar AS, volume transaksi harian menyentuh 51,25 miliar dollar AS, serta dominasi pasar 58,08 persen.
Baca juga: Ketegangan Geopolitik Meningkat, Harga Bitcoin Terjun di Bawah 65.000 Dollar AS
Berdasarkan CoinMarketCap pada Selasa (24/2/2026) pukul 07.36 WIB, tekanan juga merata di mayoritas kripto kapitalisasi besar. Ethereum turun 4,22 persen ke 1.862,95 dollar AS.
Kemudian, Solana terkoreksi 4,78 persen ke 78,16 dollar AS. Bahkan Bitcoin Cash mencatat pelemahan terdalam di kelompok aset utama, anjlok 13,03 persen ke 493,84 dollar AS.
Sementara itu, XRP melemah 1,83 persen ke 1,355 dollar AS dan BNB turun 2,09 persen ke 599,29 dollar AS. TRON terkoreksi 2,93 persen ke 0,2814 dollar AS, sedangkan Dogecoin turun 2,18 persen ke 0,09308 dollar AS. Cardano juga melemah 2,31 persen ke 0,2638 dollar AS.
Mengutip Bloomberg, Bitcoin menghadapi tekanan terdalam sepanjang sejarahnya, tanpa tanda-tanda pemulihan yang jelas.
Kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia itu telah merosot lebih dari 40 persen dari posisi puncaknya. Pola klasik yang selama ini menjadi “penyelamat” pasar, yakni aksi beli saat harga turun (buy on dip), tidak lagi efektif. Minat pembeli melemah, sementara faktor-faktor yang biasanya mendorong pemulihan justru berbalik arah menjadi beban.
Dalam lanskap makro, emas dinilai lebih unggul sebagai aset lindung nilai. Untuk kebutuhan pembayaran, stablecoin dianggap lebih efisien dan stabil. Sementara untuk spekulasi, perhatian investor mulai bergeser ke pasar prediksi dan instrumen lain di luar kripto.
Yang menarik, tekanan ini bukan terjadi karena kurangnya dukungan kebijakan. Pemerintah Amerika Serikat dinilai semakin akomodatif terhadap industri kripto. Adopsi institusional juga semakin dalam, dengan partisipasi Wall Street yang kian luas.
Bitcoin seolah telah memperoleh legitimasi yang selama ini diperjuangkan, namun hal itu belum cukup untuk menopang harga.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mendasar tentang peran Bitcoin ke depan. Jika bukan sebagai lindung nilai utama, bukan pula sarana pembayaran paling efisien, dan bukan instrumen spekulasi paling menarik, maka apa sebenarnya fungsi utama Bitcoin?
Owen Lamont, manajer portofolio di Acadian Asset Management, menilai narasi utama Bitcoin selama ini bertumpu pada kenaikan harga.
“Kisah utama Bitcoin selama ini adalah harganya terus naik dan sekarang kita tidak lagi memiliki itu,” ujar Owen Lamont. “Yang terjadi sekarang justru ‘harganya turun’. Itu bukan cerita yang bagus,” paparnya.
Berbeda dengan saham atau komoditas yang memiliki indikator fundamental seperti laba dan arus kas, nilai Bitcoin sangat bergantung pada kepercayaan dan narasi yang mampu menarik investor baru. Ketika narasi tersebut melemah, daya tariknya pun ikut tergerus.
Baca juga: Aset Kripto Terseret ke Zona Merah, Bitcoin Ambruk 4 Persen
Trader ritel yang masuk saat reli dipicu sentimen politik sebelumnya kini banyak yang berada dalam posisi merugi. Di sisi lain, munculnya instrumen spekulatif baru ikut mengalihkan perhatian investor.
Noelle Acheson, penulis buletin Crypto is Macro Now, mengatakan bahwa ketika Bitcoin telah diposisikan sebagai aset makro, maka ia harus bersaing dengan berbagai alternatif lain yang dinilai lebih mudah dipahami dan dijelaskan kepada klien maupun pemegang kepentingan.
“Wahana spekulatif baru seperti pasar prediksi, bahkan bursa komoditas, mulai menyedot perhatian dari pasar kripto,” ucap Noelle Acheson.
“Sekarang ketika BTC diposisikan sebagai ‘aset makro’, ia harus bersaing dengan begitu banyak alternatif lain, yang sebagian besar lebih mudah dipahami dan lebih mudah dijelaskan kepada wali amanat, klien, maupun dewan direksi,” lanjutnya.
Tag: #bitcoin #tersungkur #64854 #dollar #koreksi #hari #tembus #persen