Transaksi BRImo Tembus Rp 7 Kuadriliun sepanjang 2025,
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat nilai transaksi yang dilakukan melalui aplikasi mobile banking BRImo mencapai Rp 7.057 triliun, meningkat 26,1 persen (year on year/yoy) dibanding tahun sebelumnya.
Seiring dengan capaian tersebut, hingga akhir Desember 2025, aplikasi BRImo telah digunakan oleh 45,9 juta pengguna atau meningkat 18,9 persen (yoy) dan telah melayani 5,60 miliar transaksi atau meningkat 29 persen (yoy).
Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi mengatakan, capaian ini mencerminkan semakin luasnya adopsi layanan digital BRI oleh masyarakat dalam mendukung aktivitas transaksi keuangan sehari-hari.
"BRImo menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital BRI," ujar Saladin dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Balas Trump soal Greenland, UE Siapkan Tarif Balasan Rp 1,8 Kuadriliun
Oleh karena itu, lanjut Saladin, BRI terus memperkuat infrastruktur teknologi informasi serta mengoptimalkan mesin transaksi secara terintegrasi.
Bank pelat merah ini secara konsisten membangun kapabilitas digital yang terhubung dengan seluruh ekosistem layanan.
Mulai dari jaringan ATM dan CRM, mesin EDC merchant, QRIS BRI, hingga BRILink Agen yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Kami terus memperkuat kapabilitas teknologi agar BRImo mampu memberikan pengalaman transaksi yang semakin andal, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi nasabah di berbagai segmen," ucapnya.
Dia menambahkan, transformasi digital yang dijalankan BRI tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume transaksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan keandalan sistem.
Melalui penguatan arsitektur teknologi, modernisasi infrastruktur, serta pengelolaan sistem yang berkelanjutan, BRI memastikan layanan digital tetap stabil, aman, dan mampu mengakomodasi pertumbuhan transaksi yang terus meningkat.
Tidak hanya itu, peningkatan kinerja BRImo tersebut juga turut memberikan dampak positif terhadap kinerja bisnis BRI secara berkelanjutan.
Aktivitas transaksi digital yang terus tumbuh berkontribusi terhadap penguatan struktur pendanaan, khususnya dana murah, yang menjadi fondasi penting bagi fungsi intermediasi perbankan.
Dengan struktur pendanaan yang semakin solid, BRI memiliki ruang yang lebih optimal untuk memperluas penyaluran pembiayaan ke sektor produktif dan ekonomi kerakyatan.
Selain memperkuat fungsi transaksi, BRImo juga terus dikembangkan sebagai pusat layanan finansial terintegrasi.
"Penguatan fitur dan sistem dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan aplikasi mampu menjawab kebutuhan nasabah yang semakin dinamis, sekaligus menjaga aspek keamanan dan keandalan layanan digital," tuturnya.