The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Emas Dunia Terbang ke Level Baru
– Harga emas dunia melonjak tajam dan menembus level 5.500 dollar AS per ons pada perdagangan Rabu (28/1/2026) waktu setempat, atau Kamis (29/1/2026) pagi.
Kenaikan harga emas terjadi setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya, di tengah pelemahan dollar AS yang mendorong minat investor terhadap aset lindung nilai.
Dikuip dari Yahoo Finance, Kamis (29/1/2026), kontrak berjangka emas untuk pengiriman Februari tercatat naik 174,30 dollar AS atau 3,26 persen ke level 5.514,50 dollar AS per ons.
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 29 Januari 2026
Pelemahan dollar AS dorong reli emas
Penguatan harga emas sejalan dengan pergerakan dollar AS yang melemah. Indeks dollar AS tercatat stabil pada Rabu, setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak awal 2022.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons santai pelemahan mata uang negaranya.
“Tidak, menurut saya ini hal yang bagus,” kata Trump di Iowa pada Selasa (27/1/2026), saat ditanya mengenai kekhawatirannya terhadap pelemahan dollar AS.
Sejak awal tahun, harga emas telah melonjak lebih dari 20 persen, seiring melemahnya dollar AS terhadap mata uang utama lainnya.
Robin Brooks, senior fellow di Brookings Institution, mengatakan pelemahan dollar menjadi faktor utama lonjakan harga logam mulia.
“Pelemahan dollar semakin mempercepat kenaikan harga emas dan menambah bahan bakar bagi lonjakan tajam harga logam mulia,” ujarnya.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 29 Januari 2026: Galeri 24-UBS Naik
Ekspektasi kebijakan The Fed
Ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve juga turut mendorong tren debasement trade, yakni strategi investor membeli aset riil untuk melindungi daya beli dari pelemahan mata uang fiat.
Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank, menyebut peningkatan utang fiskal telah melemahkan kepercayaan terhadap mata uang fiat.
“Penciptaan utang fiskal yang tidak terkendali terus menggerus kepercayaan terhadap mata uang fiat,” kata Hansen dalam catatannya pada Rabu.
Hansen juga menyoroti meningkatnya peluang di Polymarket bahwa Presiden Trump akan menunjuk Rick Rieder, Kepala Global Fixed Income BlackRock, sebagai Ketua The Fed berikutnya.
Rieder dikenal sebagai sosok yang mendukung pemangkasan suku bunga secara agresif.
The Fed sendiri memutuskan untuk menahan suku bunga pada akhir pertemuan kebijakan dua hari yang berakhir Rabu.
Baca juga: Emas dan Runtuhnya Dongeng Kestabilan Ekonomi Modern
Dalam konferensi pers setelah keputusan tersebut, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan reli harga logam mulia tidak mencerminkan hilangnya kendali otoritas moneter terhadap inflasi.
“Jika melihat ekspektasi inflasi, kredibilitas kami berada di posisi yang semestinya,” ujar Powell.
Ketegangan geopolitik angkat harga logam mulia
Ketegangan geopolitik turut memperkuat reli emas. Permintaan kuat dari bank sentral global, di tengah pengurangan eksposur terhadap obligasi pemerintah, turut menopang harga emas batangan.
Pada Rabu, Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar tengah menuju Iran” dan mengancam akan melakukan aksi militer jika Teheran tidak bersedia bernegosiasi.
Di pasar logam lainnya, harga perak melonjak hingga 116 dollar AS per ons. Sejak awal tahun, harga perak telah naik sekitar 50 persen, didorong permintaan kuat dari China serta pembatasan ekspor.
Sementara itu, harga platinum bertahan di dekat level tertinggi sepanjang masa dengan kenaikan sekitar 29 persen. Adapun harga tembaga relatif stabil setelah sempat menembus level 13.000 dollar AS per ton di London pada pekan lalu.
Tag: #tahan #suku #bunga #harga #emas #dunia #terbang #level #baru