Target Negosiasi Tarif Impor AS Mundur, Ada Kendala?
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (Suara.com/Bagaskara)
19:35
28 Januari 2026

Target Negosiasi Tarif Impor AS Mundur, Ada Kendala?

Baca 10 detik
  • Jadwal akhir negosiasi tarif impor Indonesia dengan Amerika Serikat diundur dari Januari menjadi pertengahan Februari 2026.
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan penundaan ini murni karena alasan teknis untuk mencapai kesepakatan lebih presisi.
  • Komunikasi kedua negara tetap berjalan positif dan substansi negosiasi tidak mengalami kendala berarti sejauh ini.

Pemerintah Indonesia mengonfirmasi adanya penyesuaian jadwal terkait penyelesaian negosiasi kebijakan tarif impor dengan Amerika Serikat.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa target yang semula dipatok rampung pada akhir Januari, kini diperkirakan akan bergeser ke pertengahan Februari 2026.

Dalam keterangannya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026), Prasetyo menjelaskan bahwa dinamika terkait kebijakan tarif yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump tersebut masih terus berproses.

Meski ada perubahan waktu, ia menegaskan bahwa sejauh ini komunikasi antar-negara masih berjalan positif tanpa hambatan yang berarti.

Prasetyo menyebutkan bahwa perkembangan terbaru mengenai linimasa negosiasi ini didasarkan pada laporan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

"Mungkin pertengahan Februari. Kemarin update terakhir dari Pak Menko Ekonomi, mungkin di pekan kedua bulan Februari," tutur Mensesneg saat memberikan tanggapan kepada awak media mengenai kelanjutan agenda strategis tersebut, via Antara.

Menurutnya, pergeseran waktu ini murni disebabkan oleh kebutuhan teknis untuk menemukan titik temu yang lebih presisi antara kedua belah pihak.

Penyesuaian jadwal dianggap sebagai hal yang wajar dalam diplomasi perdagangan internasional guna memastikan kesepakatan yang diambil benar-benar matang.

Menariknya, Prasetyo Hadi menekankan bahwa mundurnya target tersebut bukan disebabkan oleh adanya masalah pada materi atau substansi negosiasi.

Ia meyakini bahwa kepentingan Indonesia dalam sektor ekspor-impor ini akan tetap terjaga.

"Secara substansi insyaallah enggak ada masalah," tegas Prasetyo.

Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini Presiden RI Prabowo Subianto belum memiliki agenda untuk turun tangan secara langsung melalui kunjungan ke Amerika Serikat khusus untuk urusan tersebut, karena delegasi tingkat kementerian dinilai masih mampu menangani proses yang ada.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #target #negosiasi #tarif #impor #mundur #kendala

KOMENTAR