Sriwijaya Capital Danai PLTS SESNA, Nilai Investasi hingga 20 Juta Dollar AS
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau panel surya(linesolar.com)
15:36
26 Januari 2026

Sriwijaya Capital Danai PLTS SESNA, Nilai Investasi hingga 20 Juta Dollar AS

Perusahaan private equity Sriwijaya Capital mengumumkan investasi perdana hingga 20 juta dollar AS di PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA).

Investasi tersebut menandai masuknya Sriwijaya Capital ke sektor energi terbarukan, seiring dengan upaya pemerintah Indonesia mendorong transisi energi dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Sriwijaya Capital menyatakan investasi ini ditujukan untuk mendukung pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang digarap SESNA di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid memberikan keterangan usai konferensi pers Kick Off Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (26/8/2025). Kompas.com/Dian Erika Ketua Dewan Pengawas Indonesia Business Council (IBC) Arsjad Rasjid memberikan keterangan usai konferensi pers Kick Off Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (26/8/2025).

Langkah ini juga dikaitkan dengan target Net Zero Emissions (NZE) 2060 yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami melihat peluang sangat besar untuk mendukung platform energi terbarukan yang berada di garis depan transisi energi Indonesia,” ujar Arsjad Rasjid, Founder dan Chairman Sriwijaya Capital dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Ia menilai SESNA sebagai salah satu pemain utama energi terbarukan di Indonesia dengan kemampuan eksekusi yang telah terbukti.

“SESNA merupakan salah satu pemain energi terbarukan utama di Indonesia dengan kemampuan eksekusi yang telah terbukti, sejalan dengan keyakinan kami terhadap peluang dekarbonisasi di Asia Tenggara,” katanya.

Menurut Arsjad, investasi ini tidak hanya ditujukan untuk mendukung pertumbuhan SESNA, tetapi juga sejalan dengan target jangka panjang Indonesia dalam membangun industri yang kompetitif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Chief Executive Officer Sriwijaya Capital Hartanto Tjitra menambahkan, perusahaannya secara konsisten bermitra dengan entitas yang memiliki potensi menjadi pemimpin di industrinya.

“Kami bermitra dengan perusahaan berpotensi menjadi pemimpin di industrinya. Kemampuan teknis serta disiplin komersial yang dimiliki SESNA dalam melaksanakan berbagai proyek energi terbarukan merupakan potensi besar,” ungkap Hartanto.

Ilustrasi energi terbarukan.SHUTTERSTOCK/BOY ANTHONY Ilustrasi energi terbarukan.

Ia menyampaikan, Sriwijaya Capital berkomitmen bekerja sama dengan manajemen SESNA untuk meningkatkan nilai perusahaan serta memperluas skala operasional dan jangkauan bisnis.

“Sriwijaya Capital berkomitmen untuk bekerja sama dengan Rico dan tim untuk bersama-sama meningkatkan value, memperluas skala operasional serta jangkauan SESNA,” tutur dia.

Dari sisi pengembang, Chief Executive Officer SESNA Rico Syah Alam menyebut kemitraan ini sebagai tonggak penting bagi perusahaan.

“Kemitraan dengan Sriwijaya Capital merupakan tonggak penting bagi kami sekaligus memvalidasi strategi perusahaan dalam memperluas solusi energi terbarukan di Indonesia dan Asia Tenggara,” ujarnya.

Rico mengatakan, dukungan investasi dan pendampingan strategis dari Sriwijaya Capital akan memperkuat kemampuan SESNA dalam mengeksekusi proyek energi terbarukan berskala besar.

“Investasi strategis dan dukungan dari Sriwijaya Capital akan mengakselerasi kemampuan kami mengeksekusi proyek-proyek energi terbarukan dalam skala besar,” papar dia.

Ia menambahkan SESNA akan tetap mengedepankan eksekusi yang terukur dan fundamental bisnis yang kuat sebagai bentuk dukungan terhadap transisi energi hijau di Indonesia.

Dalam kemitraan ini, Sriwijaya Capital akan menerapkan pendekatan 3C, yakni Capital, Collaboration, dan Capability, sebagai mitra aktif SESNA dalam mendorong pertumbuhan perusahaan.

Kemitraan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya momentum transisi energi nasional. Target NZE 2060 dipandang sebagai peluang pertumbuhan bagi para pengembang energi terbarukan, termasuk energi surya.

Dukungan investor serta potensi sumber daya energi terbarukan domestik dinilai menjadi landasan bagi ekspansi pengembang PLTS.

Ilustrasi panel surya.Kompas.com/Aisyah Sekar Ayu Maharani Ilustrasi panel surya.

SESNA saat ini memiliki portofolio proyek PLTS ground-mounted dan rooftop, termasuk solusi Battery Energy Storage Solutions (BESS).

Hingga kini, SESNA telah mengembangkan lebih dari 30 megawatt-peak (MWp) proyek surya dengan BESS yang telah beroperasi, serta memiliki pipeline pengembangan lebih dari 450 MWp.

Investasi dari Sriwijaya Capital akan mendukung pengembangan proyek PLTS berkapasitas 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS sebesar 80 megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah.

Proyek tersebut menjadi bagian dari rencana ekspansi SESNA untuk memperluas kapasitas energi surya sekaligus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan melalui integrasi penyimpanan energi.

Sebagai perusahaan private equity yang berfokus di Asia Tenggara, Sriwijaya Capital menyatakan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia dan kawasan ASEAN.

Perusahaan ini bermitra dengan investor institusi, pengusaha, bisnis keluarga, serta korporasi untuk mengembangkan perusahaan yang dinilai memiliki potensi transformatif, dengan pendekatan investasi disiplin dan kemitraan jangka panjang.

Sementara itu, SESNA yang berdiri sejak 2013 dikenal sebagai salah satu pelopor pengembang Independent Power Producer (IPP) tenaga surya di Indonesia.

Selain proyek bersama pemerintah, SESNA juga aktif mengembangkan proyek surya untuk sektor pertambangan dan captive, serta sektor komersial dan industri, termasuk melalui skema layanan menyeluruh dari pengembangan proyek hingga operasi dan pemeliharaan, termasuk skema zero capex.

Tag:  #sriwijaya #capital #danai #plts #sesna #nilai #investasi #hingga #juta #dollar

KOMENTAR