Harga Tembaga Tembus 13.000 Dollar AS, Logam Industri Kompak Menguat
- Harga tembaga melonjak menembus 13.000 dollar AS per ton pada perdagangan Jumat (23/1/2026) waktu setempat. Kenaikan ini terjadi di tengah penguatan luas pasar logam yang didorong oleh pelemahan dolar AS.
Investor mulai beralih dari mata uang dan obligasi pemerintah, sehingga menopang permintaan terhadap logam dasar dan logam mulia.
Di London Metal Exchange (LME), harga tembaga sempat naik hingga 3,4 persen ke level 13.187,50 dollar AS per ton. Posisi tersebut mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang tercatat awal bulan ini.
Penguatan juga terjadi pada logam industri lainnya. Harga nikel melonjak hampir 5 persen, sementara harga timah melesat 9,7 persen.
Dampak Ketidakpastian Global
Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (24/1/2026), penguatan pasar logam dipicu ketidakpastian geopolitik global.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengguncang tatanan geopolitik melalui sejumlah kebijakan serta kembali melontarkan serangan terhadap Federal Reserve.
Krisis Greenland turut menekan dolar AS dan membuat mata uang tersebut menuju pekan terburuk sejak Juni.
Ketidakpastian kebijakan Amerika Serikat mendorong investor menjauhi dolar AS, yang pada akhirnya mengangkat harga logam dasar dan logam mulia.
Reli Tembaga Berlanjut
Kondisi tersebut menambah dorongan bagi harga tembaga, yang telah menguat sejak pertengahan tahun lalu.
Kenaikan harga tembaga didorong oleh gangguan produksi di sejumlah tambang, meningkatnya permintaan dari sektor elektrifikasi, serta lonjakan pengiriman ke Amerika Serikat menjelang potensi penerapan tarif.
Minat investor yang terus meningkat turut memperkuat reli pasar logam. Harga emas terdorong mendekati rekor tertinggi dan berpotensi menembus 5.000 dollar AS per ons. Sementara itu, harga perak telah melampaui 100 dollar AS per ons.
Pasokan Mulai Longgar
Meski harga acuan tembaga menguat, selisih harga antar kontrak di LME tetap longgar. Pengiriman ke gudang-gudang di Amerika Serikat dan Asia membantu meredakan tekanan pasar setelah sempat terjadi lonjakan tajam awal pekan ini.
Pada Jumat (23/1/2026), harga tembaga di pasar spot diperdagangkan dengan diskon 66,06 dollar AS per ton dibandingkan kontrak tiga bulan LME. Struktur pasar ini dikenal sebagai contango dan mengindikasikan kondisi pasokan yang membaik.
Situasi tersebut berbalik dari Selasa, ketika pasar berada dalam kondisi backwardation lebih dari 100 dollar AS per ton, yang menandakan pasokan ketat.
Peran Smelter China
Masuknya pasokan ke gudang Asia sebagian berasal dari pengiriman smelter China yang telah dipesan sebelumnya, saat peluang arbitrase masih menguntungkan, menurut para pedagang.
Sepanjang tahun ini, smelter China meningkatkan ekspor melalui pengiriman ke gudang LME setelah kenaikan harga acuan global melampaui harga domestik. Kondisi ini terjadi di tengah perlambatan sektor properti yang menekan konsumsi dalam negeri.
Pengiriman tambahan diperkirakan masih akan berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, meskipun saat ini peluang arbitrase telah tertutup.
Pada akhir perdagangan Jumat (23/1/2026), harga tembaga ditutup menguat di LME. Seluruh logam industri lainnya juga mencatatkan kenaikan.
Tag: #harga #tembaga #tembus #13000 #dollar #logam #industri #kompak #menguat