Genjot Pertumbuhan Ekonomi 8 persen, RI Tandatangani Growth Partnership dengan Inggris
- Demi mengejar pertumbuhan ekonomi 8 persen, Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama pertumbuhan ekonomi atau Economic Growth Partnership (EGP) bersama dengan Inggris.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan jika penandatanganan dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut menjadi langkah penting dalam memperdalam hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Inggris.
Hal ini juga merupakan salah satu pilar utama dalam Accord for a New Indonesia–United Kingdom Strategic Partnership yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Kerajaan Inggris.
“Dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen kedua negara dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan,” ujar Menko Airlangga dalam keterangan resminya pada Rabu (21/1/2026).
Airlangga menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi strategis tersebut menjadi fondasi yang sangat penting untuk mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan inovasi antara Indonesia dan Inggris.
Perjanjian tersebut juga dirancang sebagai kerangka kerja sama yang praktis dan berorientasi pada pelaku usaha, mencakup sektor-sektor prioritas seperti energi bersih, ekonomi digital, keuangan, pendidikan, infrastruktur dan transportasi, pertanian dan pangan, kesehatan dan life sciences, penguatan rantai pasok, serta perdagangan dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui kemitraan tersebut, Indonesia dan Inggris diharapkan dapat memanfaatkan potensi ekonomi masing-masing secara optimal di tengah dinamika perekonomian global.
Berdasarkan data tahun 2024, nilai perdagangan bilateral Indonesia–Inggris mencapai 2,78 miliar dollar AS dan menunjukkan tren peningkatan sejak 2020, dengan pola perdagangan yang saling melengkapi.
Di sisi investasi, realisasi investasi Inggris di Indonesia tercatat sebesar 402,6 juta dollar AS pada kuartal III-2025, terutama pada sektor-sektor pertambangan, industri pangan, pertanian, serta kawasan industri dan jasa.
Pada kesempatan yang sama, Secretary Kyle menyampaikan pandangannya bahwa kerja sama ekonomi strategis mencerminkan komitmen bersama antara Pemerintah Indonesia dan Inggris dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral dan membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas antara Pemerintah dan pelaku usaha kedua negara.
Kedua Menteri menegaskan kembali bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris merupakan momentum penting yang menandai semakin kuatnya hubungan strategis kedua negara.
Selain itu Airlangga menyampaikan apresiasi kepada Tim Perunding Indonesia dan Inggris atas kerja keras dan hasil yang dicapai sehingga memungkinkan terwujudnya kerja sama ekonomi strategis sebagai kerangka kerja sama ekonomi yang berorientasi ke masa depan.
Tag: #genjot #pertumbuhan #ekonomi #persen #tandatangani #growth #partnership #dengan #inggris