Kepala BGN: Anak dari Pernikahan Dini dan Siri juga Dapat MBG
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Keuangan BGN, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/12/2025).(KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah)
14:08
20 Januari 2026

Kepala BGN: Anak dari Pernikahan Dini dan Siri juga Dapat MBG

- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hidayana mengungkapkan pihaknya menargetkan anak-anak dari pernikahan siri dan pernikahan dini juga mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu Dadan sampaikan dalam Rapat Kerja BGN bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Pada kesempatan tersebut, Dadan menyampaikan rencana BGN untuk menjangkau kelompok penerima manfaat yang tidak terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), termasuk anak dari pernikahan siri dan pernikahan dini.

“Yang belum terdaftar dalam sistem kenegaraan seperti misalnya anak-anak dari pernikahan dini, pernikahan siri itu tidak punya NIK,” kata Dadan.

Selain anak dari pernikahan siri dan pernikahan dini, BGN juga ingin menjangkau ibu hamil dan menyusui yang tidak terdaftar.

Kemudian, santri pondok pesantren yang sampai saat ini belum terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag).

Kondisi itu membuat BGN harus mendatangi pengurus Rukun Tetangga (RT) guna memastikan kelompok tersebut mendapatkan MBG.

“Termasuk juga anak putus sekolah di usia antara 0 sampai 18 tahun,” kata Dadan.

Menurut Dadan, anak yang putus sekolah itu berpeluang masuk ke Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Sebagian yang belum masuk ke sekolah rakyat kita akan kumpulkan di satu tempat untuk mendapatkan program makan bergizi,” tutur Dadan.

Target 82,9 Juta Penerima

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang juga pernah mengungkapkan pihaknya berencana menjangkau santri pesantren salaf yang belum terdaftar di Kemenag dan anak-anak penghuni rumah singgah.

Nanik menuturkan, perluasan penerima MBG itu merujuk pada Pemerintah Nomor 115 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG.

“Itu Pak Presiden ingin karena gizi ini hak anak Indonesia. Jadi di manapun hak anak Indonesia baik yang di pondok resmi misalnya yang terdaftar di Kementerian Agama maupun tidak, akan memperoleh,” ujar Nanik usai meninjau pelaksanaan MBG di SMK 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Nanik mengaku yakin, BGN baal mencapai target yang ditetapkan Presiden Prabowo yakni 82,9 juta penerima manfaat MBG pada Mei mendatang.

Adapun BGN pada akhir 2025 telah menjangkau 55,1 juta penerima manfaat.

Sembari mengejar target, pihaknya juga mengikuti instruksi Prabowo agar pelaksanaan program itu tidak dipaksakan dan tetap mengedepankan kualitas.

“Insya Allah dari sisi jumlah, meskipun kita menargetkan bulan Mei, insya Allah bulan Mei 82,9 juta, ini target awal,” kata dia.

Tag:  #kepala #anak #dari #pernikahan #dini #siri #juga #dapat

KOMENTAR