Nanas Moris, Modal Kecil UMKM Kampar Menggerakkan Ekonomi
Produk UMKM dari nanas dipamerkan pada acara Festival Nanas, di BPPMT) Pekanbaru, di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (17/1/2026).(KOMPAS.COM/IDON)
18:36
17 Januari 2026

Nanas Moris, Modal Kecil UMKM Kampar Menggerakkan Ekonomi

Kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Rimba Sari di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, mengolah nanas moris menjadi berbagai produk pangan bernilai jual.

Produk tersebut dipamerkan dalam Festival Nanas di Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Pekanbaru, Sabtu (17/1/2026).

Wilda (50), anggota UMKM Rimba Sari, menyebut olahan nanas yang diproduksi meliputi sirup, cuka, dodol, keripik, ongol-ongol, stik, roti, dan kue sagon. Seluruh bahan baku berasal dari nanas moris.

“Untuk cuka sudah ada izin BPOM. Sirup masih proses,” ujar Wilda saat ditemui Kompas.com.

UMKM Rimba Sari berdiri sejak 2019 dan memiliki tujuh anggota. Mereka mengelola rumah produksi sekaligus gerai penjualan. Omzet bulanan tidak tetap, bergantung pesanan, rata-rata sekitar Rp 2 juta per bulan.

Bahan baku nanas diperoleh dari anggota kelompok yang memiliki kebun sendiri. Pasokan relatif stabil karena Kecamatan Tambang memiliki dua desa penghasil nanas, yakni Desa Kualu Nenas dan Desa Rimbo Panjang.

Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi yang hadir dalam acara tersebut mencicipi sejumlah produk olahan. Ia menyatakan dukungan terhadap pengembangan nanas moris sebagai penggerak ekonomi masyarakat transmigrasi.

“Kita akan menyusun perencanaan pengembangan melalui program rumah produksi nanas moris. Semua bagian nanas bermanfaat. Tidak ada limbah,” kata Viva.Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi saat panen nanas moris, di BPPMT Pekanbaru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (17/1/2026).KOMPAS.COM/IDON Wamen Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi saat panen nanas moris, di BPPMT Pekanbaru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Viva, nanas moris tidak hanya diolah sebagai pangan. Produk turunannya juga berpotensi dikembangkan untuk pupuk, kosmetik, hingga serat dari daun.

Ia menambahkan, penguatan ekonomi menjadi fokus utama kebijakan transmigrasi.

Program tersebut diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, baik transmigran maupun warga lokal di kawasan transmigrasi.

Viva mencontohkan pengembangan kawasan transmigrasi baru di Barelang, Batam, Rempang, dan Galang.

Di kawasan tersebut, pemerintah menempatkan 1.000 kepala keluarga dan mengembangkan berbagai demplot usaha, seperti bioflok ikan nila dan hidroponik pekarangan, guna mendorong kemandirian ekonomi.

Tag:  #nanas #moris #modal #kecil #umkm #kampar #menggerakkan #ekonomi

KOMENTAR