CEO Danantara Buka Suara soal Rencana Pembentukan BUMN Tekstil
– CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, akhirnya buka suara soal wacana pembentukan BUMN di sektor tekstil. Ia menegaskan, setiap langkah investasi yang dilakukan Danantara selalu melalui kajian matang, termasuk jika menyasar industri tekstil yang saat ini tengah menghadapi tantangan besar.
Rosan menjelaskan, investasi yang digarap Danantara di berbagai daerah tidak dilakukan secara sembarangan. Seluruh proyek dipastikan telah melewati feasibility study dan assessment menyeluruh dari berbagai aspek.
"Kita ini di daerah-daerah semuanya tentunya melakukan investasi yang sudah melalui feasibility study atau assessment yang penuh dari segala macam sektor. Tentunya juga kita kan ada kriteria-kriteria atau parameter-parameter yang harus kita penuhi," ujar Rosan saat ditemui di Kantornya, Jakarta Selatan, dikutip Jumat (16/1).
Dia membeberkan bahwa salah satu parameter penting yang menjadi pertimbangan utama adalah penciptaan lapangan kerja. Bahkan, Danantara disebut siap menurunkan target imbal hasil investasi jika dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja dinilai signifikan.
"Mungkin ya, we are willing, kita terbuka untuk menerima misalnya investasi yang secara return mungkin lebih rendah dari parameter kita, apabila penyerapan lapangan pekerjaannya lebih tinggi," bebernya.
Menurut Rosan, sektor tekstil memiliki daya tarik tersendiri karena kontribusinya yang besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini membuat industri tersebut masuk dalam radar kajian Danantara, termasuk peluang pembentukan BUMN tekstil.
"Mungkin tekstil kan salah satu yang dari segi pencapaian kita, lapangan pekerjaannya itu sangat besar," tambahnya.
Tak hanya itu, Danantara juga membuka peluang untuk masuk ke perusahaan tekstil yang berstatus distress asset, selama ada keyakinan bahwa perusahaan tersebut masih bisa diselamatkan melalui proses restrukturisasi yang tepat.
"Jadi, kita melihat potensi-potensi yang ada saja. Apalagi kalau itu sudah termasuk dalam distress asset. Kita lihat selama kita yakin bahwa nanti kita bisa turn around perusahaan itu, melakukan restrukturasi secara maksimal," tegas Rosan.
Ia mencontohkan, pendekatan serupa telah dilakukan pada sejumlah BUMN lain yang membutuhkan penataan ulang secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi permodalan, tetapi juga akses pasar hingga kepastian offtaker.
"Seperti yang kita lakukan di perusahaan-perusahaan BUMN lainnya yang memang perlu mendapatkan penyiapan secara keseluruhan, tidak hanya dari permodalannya saja, tapi juga dari market-nya, dari off-tackernya, dan lain-lain. Jadi kita terbuka untuk itu," jelas dia.
Saat ditanya apakah BUMN tekstil yang akan dibentuk merupakan sebuah perusahaan baru, ia masih belum mau membocorkannya. Ia menyebut Danantara masih melihat sejumlah opsi dan belum ada keputusan yang pasti terkait itu.
"Kita masih lihat opsi-opsinya," tukas Rosan.
Tag: #danantara #buka #suara #soal #rencana #pembentukan #bumn #tekstil