Lanjutkan Kenaikan, Harga Bitcoin Tembus 96.000 Dollar AS
Harga Bitcoin (UNSPLASH/TRAXER)
09:24
15 Januari 2026

Lanjutkan Kenaikan, Harga Bitcoin Tembus 96.000 Dollar AS

- Harga Bitcoin (BTC) melanjutkan kenaikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Kamis (15/1/2026), harga BTC tercatat di level 96.344,39 dollar AS, menguat 0,93 persen secara harian.

Dalam periode tujuh hari, harga Bitcoin menguat 5,42 persen, sedangkan untuk 30 hari terakhir melonjak 12,05 persen.

Namun, di rentang 90 hari, BTC masih terkoreksi 11,22 persen. Secara year to date (YTD), Bitcoin tetap mencatatkan kenaikan 8,85 persen.

Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai 1,92 triliun dollar AS, dengan volume transaksi 24 jam sebesar 59,51 miliar dollar AS.

Jumlah pasokan Bitcoin yang beredar menyentuh 19,97 juta BTC, dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Dominasi Bitcoin di pasar kripto juga masih tinggi, yakni sekitar 59,01 persen, menegaskan posisinya sebagai aset kripto paling dominan di dunia.

Sementara itu, pergerakan kripto utama lainnya cenderung bervariasi.

Ethereum tercatat melemah 0,53 persen ke level 3.321 dollar AS.

BNB turun 1,36 persen ke 936 dollar AS, sedangkan XRP terkoreksi 2,16 persen ke 2,121 dollar AS.

Solana juga melemah 0,40 persen ke 145,04 dollar AS.

Di sisi lain, Monero justru mencatatkan lonjakan 9,38 persen ke posisi 737,58 dollar AS.

Adapun aset stabil seperti USDT dan USDC bergerak relatif datar di sekitar 1 dollar AS.

Minat investor terhadap aset kripto kembali terlihat di awal tahun 2026.

Dana segar mulai mengalir ke produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Bitcoin, seiring dengan pemulihan harga aset kripto terbesar dunia tersebut.

Berdasarkan data Bloomberg, sekitar selusin ETF Bitcoin mencatat arus masuk dana senilai 760 juta dollar AS dalam satu hari perdagangan pada Selasa kemarin.

Nilai tersebut menjadi yang terbesar sejak Oktober lalu.

Sebagian besar dana masuk berasal dari ETF Bitcoin milik Fidelity dengan kode perdagangan FBTC, yang menyerap sekitar 351 juta dollar AS.

Produk ETF Bitcoin ini sebelumnya sempat ditinggalkan investor pada akhir 2025, seiring turunnya harga kripto.

Padahal, sebelum pasar kripto jatuh pada Oktober, ETF Bitcoin sempat menjadi pilihan populer karena dianggap memudahkan investor, baik ritel maupun institusi, untuk berinvestasi di aset digital tanpa harus membeli kripto secara langsung.

Kini, kondisi mulai berubah. Harga Bitcoin perlahan pulih dan sejak awal tahun.

Analis Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, menilai arus dana ke ETF bisa menjadi penopang harga Bitcoin ke depan.

Menurutnya, jika aliran dana terus berlanjut, peluang penguatan harga akan semakin terbuka.

"Seiring arus dana ke ETF terus masuk, jika hari-hari seperti kemarin terus berlanjut, itu akan sangat membantu harga," ujar Eric Balchunas.

Dalam dua tahun terakhir sejak diluncurkan, ETF Bitcoin spot telah menarik dana hingga puluhan miliar dollar AS.

Namun, tekanan pasar kripto pada Oktober lalu membuat dana investor kembali keluar dan mendorong Bitcoin mencatatkan penurunan tahunan pertamanya sejak 2022.

Sepanjang 2025, harga Bitcoin tercatat turun lebih dari 6 persen, meski pasar saham dan emas sempat menguat.

Presiden ProChain Capital, David Tawil, menyebut kembalinya arus dana ini sebagai sinyal positif.

Ia menilai, dalam jangka panjang Bitcoin berpotensi bergerak lebih mandiri dan tidak selalu searah dengan aset lain.

Selain Bitcoin, kenaikan juga terjadi pada kripto lain. Ether, aset kripto terbesar kedua, sempat naik hingga 6 persen pada Rabu dan telah menguat sekitar 13 persen sejak awal tahun.

Sejalan dengan itu, ETF Ether juga mencatat arus masuk dana sekitar 130 juta dollar AS pada perdagangan terbaru.

Tag:  #lanjutkan #kenaikan #harga #bitcoin #tembus #96000 #dollar

KOMENTAR