Saat Pertamina NRE Menjajaki China untuk Percepat Energi Bersih RI
Langkah Pertamina NRE ke China membuka peluang proyek energi bersih, dari listrik sampah hingga gas, demi transisi energi Indonesia.(DOk. PNRE)
18:52
13 Januari 2026

Saat Pertamina NRE Menjajaki China untuk Percepat Energi Bersih RI

– Upaya Indonesia mempercepat transisi energi terus bergerak lewat jalur kolaborasi global. Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menandai langkah itu dengan menggandeng perusahaan energi bersih asal China, GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd., untuk menjajaki pengembangan proyek energi baru dan terbarukan di Tanah Air.

Kesepakatan awal tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman yang berlangsung di Suzhou, China, Rabu (7/1/2026). Penandatanganan dilakukan oleh Chief Executive Officer Pertamina NRE John Anis dan Chairman of the Board GCL Intelligent Energy (Suzhou) Co., Ltd. Fei Zhi.

Kolaborasi ini diproyeksikan membuka peluang pengembangan sejumlah proyek strategis, mulai dari pembangkit listrik tenaga sampah, energi baru dan terbarukan, hingga pembangkit listrik berbasis gas di Indonesia. Kerja sama tersebut sejalan dengan agenda nasional penurunan emisi serta penguatan ketahanan energi.

Menyasar Proyek Nyata di Dalam Negeri

CEO Pertamina NRE John Anis menilai kemitraan ini sebagai langkah konkret untuk membangun ekosistem energi bersih yang berkelanjutan. Menurut dia, kolaborasi lintas negara dibutuhkan agar pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

“Kolaborasi dengan GCL merupakan langkah strategis Pertamina NRE untuk mempercepat pengembangan energi bersih di Indonesia. Kami melihat potensi besar untuk mengombinasikan pengalaman global GCL dengan kapabilitas dan pemahaman lokal Pertamina dalam menghadirkan solusi energi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar John Anis dalam keterangan tertulis, Selasa (13/1/2026).

Fokus kerja sama tidak hanya berhenti pada pertukaran gagasan. Pertamina NRE dan GCL membuka ruang untuk mengkaji implementasi proyek secara langsung di Indonesia, khususnya pada sektor yang dinilai memiliki dampak ekonomi dan lingkungan sekaligus.

Pembangkit listrik tenaga sampah menjadi salah satu sektor yang disorot. Selain membantu mengatasi persoalan pengelolaan sampah di perkotaan, model pembangkit ini dinilai mampu menghadirkan sumber energi alternatif yang stabil. Di sisi lain, pengembangan energi berbasis gas juga dipandang sebagai bagian dari masa transisi menuju bauran energi yang lebih bersih.

Belajar Teknologi dan Model Bisnis

Dari sisi mitra, GCL Intelligent Energy melihat Indonesia sebagai pasar strategis dalam peta energi bersih global. Fei Zhi menyampaikan bahwa percepatan transisi energi di Indonesia menjadi momentum penting bagi kerja sama jangka panjang kedua perusahaan.

“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam pengembangan energi bersih global. GCL berharap dapat memanfaatkan momentum percepatan transisi energi di Indonesia untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan bersama Pertamina NRE, khususnya di sektor pembangkit listrik tenaga sampah, integrasi fotovoltaik dan penyimpanan energi, PVT,” ujar Fei Zhi.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Pertamina NRE juga meninjau fasilitas pembangkit listrik waste to energy milik GCL di Suzhou. Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung penerapan teknologi, sistem pengelolaan lingkungan, serta praktik terbaik dalam operasi dan manajemen proyek energi bersih.

Langkah ini menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus penjajakan model bisnis yang dinilai relevan untuk diterapkan di Indonesia. Pertamina NRE berharap pengalaman dan teknologi yang telah diterapkan GCL di berbagai negara dapat diadaptasi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pasar domestik.

Pertamina NRE optimistis kerja sama ini dapat menjadi fondasi penting bagi pengembangan inovasi teknologi energi bersih di Indonesia. Melalui kolaborasi tersebut, Pertamina NRE menargetkan terciptanya proyek-proyek yang tidak hanya mendukung target Net Zero Emission 2060, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi serta memperkuat peran Pertamina dalam transisi energi nasional.

Tag:  #saat #pertamina #menjajaki #china #untuk #percepat #energi #bersih

KOMENTAR