5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network
Timothy Ronald. [Instagram]
07:26
13 Januari 2026

5 Fakta Kasus Timothy Ronald dan Dugaan Penipuan Kripto MANTA Network

Baca 10 detik
  • Timothy Ronald dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan investasi aset kripto Manta Network senilai miliaran rupiah.
  • Kasus bermula dari janji keuntungan besar 500% melalui sinyal yang dibagikan di grup Discord pada Januari 2024.
  • Penyidik Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi untuk mendalami unsur pidana kasus ini.

Pendiri Akademi Crypto dan Youtuber, Timothy Ronald, menjadi sorotan setelah dilaporkan ke pihak berwajib terkait kerugian investasi kripto yang dialami  investor.

Berikut adalah fakta-fakta kunci terkait perkembangan kasus tersebut:

1. Kronologi: Janji Keuntungan 500 Persen di Discord

Berdasarkan laporan yang beredar, dugaan penipuan ini bermula dari grup Discord yang dikelola oleh pihak terlapor.

Pada Januari 2024, korban mengaku diberikan "sinyal" atau rekomendasi untuk membeli aset kripto bernama Manta Network (MANTA).

Saat itu, muncul narasi optimis bahwa harga koin tersebut bakal meroket antara 300 hingga 500 persen dalam waktu singkat.

2. Polda Metro Jaya Mulai Periksa Saksi dan Pelapor

Kepolisian bergerak cepat menangani laporan yang masuk pada Jumat (9/1/2026). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pelapor berinisial Y beserta para saksi pada hari Selasa (13/1/2026).

Agenda ini bertujuan untuk mengklarifikasi duduk perkara dan mengumpulkan bukti permulaan.

3. Nilai Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah

Terpikat dengan janji keuntungan yang fantastis, korban memutuskan untuk menginvestasikan modal sebesar Rp 3 miliar untuk membeli koin MANTA.

Namun, alih-alih mendapatkan keuntungan, nilai investasi tersebut justru tergerus habis. Harga koin tersebut anjlok parah hingga menyentuh angka minus 90 persen dari harga beli korban.

Manta Network PerbesarManta Network

4. Kejatuhan Drastis Harga Koin MANTA

Manta Network sebenarnya adalah proyek blockchain modular yang berfokus pada privasi menggunakan teknologi Zero-Knowledge Proof (ZK). Meskipun secara teknologi memiliki fundamental yang jelas, pergerakan harganya sangat volatil:

Puncak Harga: Pada Maret 2024, koin ini sempat menyentuh level US$ 3.915 (sekitar Rp 65,9 juta per koin).
Kondisi Saat Ini: Harga koin MANTA telah terjun bebas sebesar 96,51% ke level US$ 0,0789 atau hanya sekitar Rp 1.330 per koin.

Untuk diketahui, Manta Network didirikan pada tahun 2020 oleh Victor Ji, Shumo Chu, dan Kenny Li. Aset ini berfungsi sebagai token utilitas di jaringannya untuk:

Biaya Transaksi: Membayar biaya aktivitas di jaringan Web3.
Staking: Mengunci aset untuk menjaga stabilitas keamanan jaringan.
Tata Kelola: Memberikan hak suara bagi pemegangnya dalam pengambilan keputusan pengembangan proyek.

Hingga saat ini, status laporan tersebut masih dalam tahap penyelidikan (lidik). Kepolisian terus mendalami apakah ada unsur pidana penipuan atau murni merupakan risiko investasi akibat fluktuasi pasar kripto yang ekstrem.

5. Keterlibatan Sosok Publik

Nama Timothy Ronald muncul ke permukaan setelah unggahan akun Instagram @cryptoholic.idn yang menunjukkan tanda terima laporan polisi viral.

Dalam laporan tersebut, Timothy bersama Kalimasada menjadi pihak yang dikaitkan dengan aktivitas pemberian sinyal perdagangan yang berujung pada kerugian besar bagi anggotanya.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki risiko volatilitas yang sangat tinggi. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan individu masing-masing. Artikel ini disusun berdasarkan fakta-fakta laporan kepolisian dan data pasar untuk tujuan berita informatif. Penulis tidak memberikan saran keuangan atau ajakan untuk membeli/menjual aset kripto tertentu. Pembaca dihimbau untuk selalu melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.

Editor: M Nurhadi

Tag:  #fakta #kasus #timothy #ronald #dugaan #penipuan #kripto #manta #network

KOMENTAR