Klarifikasi BGN Soal Video Viral MBG Berkantong Plastik
Ilustrasi makan bergizi gratis (MBG). (KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah)
11:04
10 Januari 2026

Klarifikasi BGN Soal Video Viral MBG Berkantong Plastik

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari di Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, memberikan klarifikasi terkait viralnya video distribusi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai standar kemasan.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/1/2026).

Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, menuturkan bahwa pada hari tersebut pihaknya menyiapkan paket makanan untuk kelompok penerima manfaat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUM Ilustrasi Makan Bergizi Gratis.

Seluruh makanan telah dikemas menggunakan ompreng dan didistribusikan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Namun, saat tiba di titik penyaluran, salah satu kader posyandu diketahui memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik.

Langkah tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan maupun koordinasi dengan pihak SPPG, serta bertentangan dengan standar operasional prosedur (SOP) penyajian Program MBG.

"Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas,” kata Dimas dalam keterangan resmi, Sabtu (10/1/2026).

“Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong," jelas Dimas.

Kejadian tersebut baru diketahui oleh SPPG pada keesokan harinya, usai menerima laporan beredarnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan penyajian makanan MBG dalam kantong plastik.

"Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat (9/1/2026), pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi," kata Dimas.

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. Pekerja menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Dapur Sehat Anak Bangsa di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). ANTARA FOTO/Novrian ArbiANTARA FOTO/Novrian Arbi Ilustrasi Makan Bergizi Gratis. Pekerja menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Dapur Sehat Anak Bangsa di Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). ANTARA FOTO/Novrian ArbiKoordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Lusi, juga memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang agar tidak memicu kesalahpahaman di masyarakat.

Ia menilai perlu ada penjelasan utuh mengenai konteks kejadian yang terekam dalam video tersebut.

Menurut Lusi, kondisi makanan yang terlihat dalam video tidak bisa serta-merta diartikan sebagai makanan yang tidak layak konsumsi.

Pemindahan kemasan disebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi makanan dari paparan air hujan saat proses distribusi di lapangan.

BGN kembali menegaskan bahwa seluruh proses penyajian dan penyaluran makanan dalam Program MBG wajib mematuhi standar operasional prosedur yang berlaku.

Penggunaan ompreng sebagai wadah distribusi menjadi ketentuan utama untuk menjaga keamanan pangan sekaligus memastikan kualitas gizi tetap terjaga bagi seluruh penerima manfaat.

"Perlu kami luruskan, bukan seperti yang terlihat di video itu. Kejadiannya sangat spontan, ditambah cuaca saat itu tidak memungkinkan. Akhirnya makanan kami pindahkan dari ompreng ke plastik semata-mata karena khawatir terkena air hujan," tegas Lusi.

Tag:  #klarifikasi #soal #video #viral #berkantong #plastik

KOMENTAR