Subsidi 2025 Tembus Rp 281,6 Triliun, Penyaluran BBM hingga Rumah Bersubsidi Meningkat
- Pemerintah telah menyalurkan subsidi sebesar Rp 281,6 triliun sepanjang 2025 atau setara 91,4 persen dari pagu APBN.
Subsidi tersebut mencakup subsidi energi maupun non-energi, dengan realisasi volume seluruh barang bersubsidi tercatat meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, subsidi energi pada 2025 sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas global, nilai tukar, serta volume konsumsi masyarakat.
“Subsidi tahun 2025 telah dibayarkan Rp 281,6 triliun. Untuk subsidi energi, tentu sangat dipengaruhi oleh harga komoditas, kurs, dan volume subsidi itu sendiri,” ujar Suahasil dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Desember di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, seluruh jenis barang bersubsidi menunjukkan peningkatan realisasi pada 2025. Penyaluran BBM bersubsidi mencapai 18.979,3 ribu kiloliter, tumbuh 4,7 persen dibandingkan 2024.
Realisasi LPG 3 kilogram juga meningkat menjadi 8.544,9 juta kilogram atau naik 3,9 persen. Jumlah pelanggan listrik bersubsidi tercatat naik menjadi 42,8 juta pelanggan, tumbuh 2,6 persen secara tahunan.
Untuk sektor pertanian, penyaluran pupuk bersubsidi mencapai 8,1 juta ton, meningkat 12,1 persen dibandingkan 2024. Pemerintah menilai peningkatan ini penting untuk menjaga produktivitas sektor pangan nasional.
Selain itu, realisasi subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah juga melonjak signifikan. Sepanjang 2025, sebanyak 278,9 ribu unit rumah bersubsidi berhasil disalurkan, meningkat 39,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Suahasil menegaskan, peningkatan volume penyaluran berbagai barang bersubsidi mencerminkan keberpihakan APBN dalam menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.
Selain itu, Suahasil menyebut pemerintah melakukan penyederhanaan regulasi subsidi pupuk yang telah dimulai sejak awal 2025.
Menurut Suahasil, penyederhanaan tersebut bertujuan agar pupuk bersubsidi dapat lebih cepat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memungkinkan penurunan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.
“Untuk pupuk, kita lakukan pemangkasan birokrasi sehingga distribusinya lebih mudah dan cepat, serta harganya makin terjangkau bagi petani,” jelasnya.
Tag: #subsidi #2025 #tembus #2816 #triliun #penyaluran #hingga #rumah #bersubsidi #meningkat