Krakatau Steel (KRAS) Pasok Pipa Baja Proyek Pipanisasi Dumai–Sei Mangkei
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) melalui Krakatau Steel Group menandatangani kontrak pengadaan pipa baja untuk Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem).
Kontrak tersebut diteken bersama KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Nindya Karya serta KSO Rabana–Abipraya–SBS–Singgar, Selasa (6/1/2026).
Penandatanganan kontrak ini mencakup pengadaan pipa baja untuk pekerjaan konstruksi terintegrasi rancang dan bangun Pembangunan Pipa Transmisi Gas Dumai–Sei Mangkei Segmen 1 yang dikerjakan KSO WIKA–NK serta Segmen 2 oleh KSO Rabana–Abipraya–SBS–Singgar.
Direktur Komersial, Pengembangan Usaha & Portofolio Krakatau Steel Hernowo menyatakan, perseroan akan berkontribusi signifikan dalam pemenuhan material utama proyek tersebut.
“Melalui anak usaha Krakatau Pipe Industries, lebih dari 80.000 ton pipa baja Krakatau Steel Group akan kami suplai untuk kebutuhan proyek strategis ini,” ujar Hernowo dalam siaran pers, Kamis (8/1/2026).
Konsorsium Krakatau Steel dukung proyek strategis nasional migas
Pengadaan pipa baja untuk Proyek Dusem dikerjakan oleh Konsorsium Krakatau Steel melalui PT Krakatau Pipe Industries, yang bergerak di bidang manufaktur pipa baja serta jasa pelapisan anti-korosi, bersama sejumlah pabrikan dalam negeri lainnya.
Dalam proyek ini akan digunakan pipa baja jenis ERW/HSAW dengan spesifikasi API 5L X52 PSL 2. Pipa tersebut memiliki diameter 20 inci, dilengkapi 3LPE coating, dengan total panjang mencapai sekitar 541 kilometer (km).
Ilustrasi industri pipa baja. Pengadaan pipa migas oleh Eni North Ganal dan Rapak Deepwater dinilai tak berpihak pada produk dalam negeri. SKK Migas disebut abaikan aturan TKDN dan berpotensi lemahkan industri baja nasional.
Spesifikasi tersebut dirancang untuk memenuhi standar mutu dan keselamatan tinggi sesuai kebutuhan proyek nasional.
Pipa transmisi gas ini akan mengalirkan gas dari Stasiun Pengukuran Gas (Skg) Belawan menuju Stasiun Labuhan Batu, serta dari Stasiun Labuhan Batu menuju fasilitas di Duri.
Krakatau Steel perkuat peran industri baja nasional
Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menegaskan, keterlibatan Krakatau Steel dalam Proyek Dusem merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung agenda strategis nasional, khususnya di sektor energi dan industri baja.
“Partisipasi Krakatau Steel Group dalam Proyek Dusem menunjukkan kesiapan industri baja nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi strategis. Ini sekaligus menjadi wujud kontribusi kami dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong penggunaan produk baja dalam negeri secara berkelanjutan,” ujar Akbar.
Proyek Dusem dan agenda ketahanan energi
Sebagai informasi, Proyek Dusem merupakan salah satu proyek strategis nasional pipa transmisi gas bumi dengan panjang sekitar 541 kilometer yang membentang dari Belawan hingga Duri.
Proyek ini dirancang untuk mengalirkan gas dari Wilayah Kerja (WK) Andaman menuju Jawa.
Proyek Dusem ditargetkan mulai memasuki tahap konstruksi pada periode 2025–2027. Pembangunan pipa transmisi gas ini diarahkan untuk mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong kemakmuran masyarakat Indonesia.
Penandatanganan kontrak pengadaan pipa baja ini menjadi tonggak awal rangkaian pekerjaan Proyek Dusem.
Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara produsen baja nasional dan kontraktor EPC pelaksana guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal, memenuhi spesifikasi teknis, serta mengedepankan aspek keselamatan dan kualitas.
Tag: #krakatau #steel #kras #pasok #pipa #baja #proyek #pipanisasi #dumaisei #mangkei