Investasi Listrik Turun, Bahlil Minta PLN Percepat Pembangunan Pembangkit
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
14:40
8 Januari 2026

Investasi Listrik Turun, Bahlil Minta PLN Percepat Pembangunan Pembangkit

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meminta PT PLN mempercepat pembangunan pembangkit listrik sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN 2025–2034. Langkah ini diarahkan untuk mengangkat kembali investasi sektor energi.

“Nanti habis ini saya akan rapat dengan PLN. Kami akan mendorong percepatan untuk pembangunan pembangkit-pembangkit baru yang sudah disetujui dalam RUPTL,” ucap Bahlil saat Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2025 di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Dorongan percepatan muncul setelah realisasi investasi sektor ESDM pada 2025 turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Capaian investasi pada 2024 tercatat 32,3 miliar dollar AS. Nilai tersebut turun menjadi 31,7 miliar dollar AS sepanjang 2025.

“Di mana koreksinya? Di listrik,” kata Bahlil.

Rincian realisasi investasi menunjukkan sektor mineral dan batu bara menyumbang 6,7 miliar dollar AS.

Sektor minyak dan gas bumi mencapai 18,0 miliar dollar AS. Sektor listrik berada di angka 4,6 miliar dollar AS. Sektor energi baru, terbarukan, dan konservasi energi mencatat 2,4 miliar dollar AS.

“Ini saya lihat memang ada terjadi butuh effort dan kerja keras agar bisa tercapai,” ucap Bahlil.

Pemerintah menargetkan penambahan pembangkit listrik berkapasitas total 69,5 gigawatt.

Komposisinya mencakup pembangkit energi baru dan terbarukan sebesar 42,6 gigawatt atau 61 persen.

Fasilitas penyimpanan energi direncanakan 10,3 gigawatt atau 15 persen. Pembangkit berbasis fosil diproyeksikan 16,6 gigawatt atau 24 persen.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyebut pelaksanaan RUPTL membutuhkan investasi sekitar Rp 3.000 triliun dalam kurun sepuluh tahun.

Realisasi RUPTL diproyeksikan menciptakan lapangan kerja skala besar.

Program ini juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi, menekan emisi gas rumah kaca, serta mendorong peralihan dari energi impor ke sumber domestik.

Pengembangan sistem kelistrikan tersebut, menurut Darmawan, menuntut pembangunan jaringan transmisi sepanjang 48.000 kilometer.

Kapasitas gardu induk juga akan ditambah hingga 109.000 MegaVolt-Ampere.

Tag:  #investasi #listrik #turun #bahlil #minta #percepat #pembangunan #pembangkit

KOMENTAR