Harga Emas Dunia Stabil Jelang Rebalancing Indeks Komoditas
Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia. Harga emas bergerak stabil setelah terkoreksi, seiring pasar bersiap menghadapi potensi aksi jual besar akibat rebalancing indeks komoditas dan rilis data ekonomi AS.(PEXELS/MICHAEL STEINBERG)
11:56
8 Januari 2026

Harga Emas Dunia Stabil Jelang Rebalancing Indeks Komoditas

– Harga emas bergerak stabil pada Kamis (8/1/2026) pagi, setelah melemah hampir 1 persen pada perdagangan sebelumnya.

Pasar kini memasuki fase menunggu, di tengah potensi tekanan dari rebalancing tahunan indeks komoditas dan rilis data ekonomi utama Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari Bloomberg, harga emas batangan berada di kisaran 4.455 dollar AS per troy ons. Sejumlah dana pasif yang mengikuti pergerakan indeks dijadwalkan mulai menjual kontrak berjangka logam mulia pada Kamis, guna menyesuaikan bobot baru dalam indeks.

Aksi jual kali ini diperkirakan lebih besar dari biasanya, menyusul reli kuat harga emas dan perak sepanjang tahun lalu.

Tekanan paling besar diperkirakan terjadi pada perak. Logam mulia tersebut turun 3,8 persen pada Rabu, di tengah volatilitas harga yang masih tinggi.

Citigroup Inc. memperkirakan sekitar 6,8 miliar dollar AS kontrak berjangka perak berpotensi dilepas akibat rebalancing indeks. Nilai tersebut setara dengan sekitar 12 persen dari total open interest di bursa Comex.

“Saya telah menjalankan proses ini selama bertahun-tahun, dan kami belum pernah melihat arus sebesar ini,” ujar Strategis Citigroup, Kenny Hu.

Perhitungan Citigroup didasarkan pada dana yang mengikuti Bloomberg Commodity Index dan S&P Goldman Sachs Commodity Index.

Setelah perak, arus keluar dari kontrak berjangka emas diperkirakan menyusul, dengan nilai yang juga diperkirakan mencapai sekitar 6,8 miliar dollar AS.

Tekanan jangka pendek ini muncul setelah emas dan perak mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979.

Sepanjang tahun lalu, harga emas dan perak dunia mencetak sejumlah rekor, didorong oleh pembelian bank sentral dan arus masuk ke exchange-traded fund (ETF) berbasis emas.

Dalam beberapa hari terakhir, sentimen geopolitik turut menopang harga emas. Ketegangan hubungan dagang China-Jepang serta penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh AS memberikan dukungan tambahan.

Secara mingguan, harga emas masih menguat sekitar 3 persen.

Di sisi lain, lonjakan harga perak tercatat jauh melampaui emas. Sepanjang 2025, harga perak melonjak sekitar 150 persen. Pada pekan ini saja, hingga penutupan perdagangan Rabu, perak telah menguat 7,4 persen.

Reli perak juga dipicu oleh short squeeze bersejarah yang terjadi pada Oktober lalu, serta kekhawatiran pasar terhadap potensi penerapan tarif impor oleh pemerintah AS.

Meski demikian, rebalancing indeks dinilai dapat menahan laju kenaikan harga dalam jangka pendek.

Rebalancing indeks dapat meredam potensi kenaikan dalam waktu dekat, tetapi dalam jangka panjang, perak memiliki momentum yang lebih besar,” kata Direktur Strategi Komoditas BNP Paribas SA, David Wilson.

Selain rebalancing indeks, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada rilis data ekonomi AS pada Jumat, termasuk laporan ketenagakerjaan Desember.

Data yang lebih lemah berpotensi memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, yang umumnya menjadi sentimen positif bagi logam mulia tanpa imbal hasil.

Pada pukul 09.34 waktu Singapura, harga emas tercatat turun tipis 0,1 persen ke level 4.452,63 dollar AS per troy ons. Harga perak justru naik 0,7 persen menjadi 78,72 dollar AS per troy ons.

Platinum mulai memulihkan sebagian penurunan pada sesi sebelumnya, sementara palladium tercatat menguat. Adapun Bloomberg Dollar Spot Index relatif stabil setelah pada perdagangan sebelumnya naik 0,1 persen.

Tag:  #harga #emas #dunia #stabil #jelang #rebalancing #indeks #komoditas

KOMENTAR