Rupiah Pagi Masih Melemah, Dekati Level Rp 16.800 Per Dollar AS
- Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pasar spot Kamis (8/1/2026).
Berdasarkan data Bloomberg, pukul 09.58 WIB, mata uang garuda berada di level Rp 16.796 per dollar AS, turun 16 poin atau melemah 0,10 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang Asia yang juga berada di zona merah.
Baht Thailand tertekan 0,02 persen, yen Jepang turun 0,01 persen, dollar Singapura terkoreksi 0,05 persen, yuan China terdepresiasi 0,11 persen, dan peso Filipina tertekan 0,25 persen.
Di tengah tekanan tersebut, won Korea Selatan justru bergerak menguat tipis sebesar 0,01 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah cenderung datar dengan potensi pelemahan terbatas terhadap mata uang Paman Sam.
Tekanan tersebut muncul seiring penguatan kembali dollar AS setelah pernyataan bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve (The Fed), Thomas Barkin, yang menegaskan sikap bank sentral AS untuk tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga.
Meskipun demikian, pelemahan rupiah diperkirakan tidak akan terlalu dalam.
Pelaku pasar cenderung bersikap wait and see sambil menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting, baik dari Amerika Serikat maupun Indonesia, yang berpotensi memberikan arah baru bagi pergerakan pasar keuangan.
“Rupiah diperkirakan akan datar dengan potensi melemah terhadap dollar AS yang rebound oleh pernyataan hawkish pejabat The Fed Barkin,” ujar Lukman kepada Kompas.com.
Dalam kondisi tersebut, rupiah diproyeksikan bergerak dalam rentang terbatas, dengan kisaran Rp 16.700 hingga Rp 16.800 per dollar AS, seiring belum adanya katalis kuat yang mampu mendorong pergerakan signifikan dalam jangka pendek.
“Namun investor cenderung wait and see mengantisipasi serangkaian data ekonomi penting dari AS dan Indonesia. Range Rp 16.700- Rp 16.800,” katanya.
Di lain sisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak menguat pada awal perdagangan Kamis pagi ini.
Indeks dibuka naik 0,16 persen ke level 8.958,998, atau melonjak 14,184 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa IHSG dibuka di posisi 8.946,700 dan sempat menyentuh angka tertinggi harian di 8.980,937.
Adapun level terendah intraday tercatat di 8.930,577.
Aktivitas perdagangan di pasar modal terpantau cukup ramai.
Volume transaksi mencapai 6,44 miliar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 3,69 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 574.875 kali.
Dari sisi pergerakan saham, 301 saham menguat, 239 saham melemah dan 163 saham bergerak stagnan.
Adapun kapitalisasi pasar BEI menyentuh Rp 16.381,842 triliun.
Tag: #rupiah #pagi #masih #melemah #dekati #level #16800 #dollar