Danantara Alihkan Saham BNI, BRI dan Mandiri ke BP BUMN
Wisma Danantara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.(KOMPAS.com/TEUKU MUHAMMAD VALDY ARIEF)
17:04
7 Januari 2026

Danantara Alihkan Saham BNI, BRI dan Mandiri ke BP BUMN

Sejumlah bank berpelat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengumumkan pengalihan saham Seri B.

Saham tersebut sebelumnya dimiliki PT Danantara Asset Management atau DAM. Kepemilikan kini dialihkan ke Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara atau BP BUMN.

Tiga bank terlibat dalam pengalihan ini. Bank tersebut terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Informasi ini disampaikan melalui keterbukaan Bursa Efek Indonesia, Rabu (7/1/2026). Pengalihan dilakukan untuk memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

BRI mengalihkan 806.109.768 saham Seri B milik DAM ke BP BUMN. Nilai nominal saham tercatat Rp 50 per lembar. Jumlah tersebut setara 0,53 persen dari total saham BBRI.

Pasca-pengalihan, pemerintah RI melalui Kepala BP BUMN memiliki langsung satu saham Seri A Dwiwarna BBRI dengan hak istimewa. Pemerintah juga memegang 806,10 juta saham Seri B.

Pemerintah tetap berstatus pemegang saham pengendali atau Ultimate Beneficial Owner BBRI. Kepemilikan tidak langsung tercatat melalui DAM sebanyak 79,80 juta saham Seri B.

Transaksi pengalihan kepemilikan saham BRI dilakukan melalui penandatanganan perjanjian pada 5 Januari 2026.

“Pengalihan tersebut tidak mempengaruhi kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan,” ujar Corporate Secretary BRI, Dhanny.

BNI juga mengumumkan pengalihan saham Seri B milik DAM. Jumlah saham yang dialihkan mencapai 223.783.877 lembar. Nilai nominal saham tercatat Rp 3.750 per lembar. Porsi ini setara 0,6 persen dari total saham BBNI.

Setelah pengalihan, pemerintah melalui Kepala BP BUMN memiliki satu saham Seri A Dwiwarna BBNI. Pemerintah juga menguasai 223,78 juta saham Seri B secara langsung.

Kepemilikan tidak langsung tetap tercatat melalui DAM. Pemerintah memegang 210,22 juta saham Seri B dan 21,94 saham Seri C. Seluruhnya terkonsolidasi pada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara.

Pengalihan saham BNI juga dituntaskan melalui penandatanganan perjanjian pada 5 Januari 2026. Manajemen memastikan transaksi ini tidak berdampak pada operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun keberlanjutan usaha.

Bank Mandiri turut melakukan pengalihan saham Seri B milik DAM. Jumlah saham mencapai 485.333.332 lembar. Nilai nominal tercatat Rp 125 per saham. Porsi tersebut setara 0,52 persen dari total saham Bank Mandiri.

Melalui pengalihan ini, pemerintah RI lewat Kepala BP BUMN memiliki satu saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa. Pemerintah juga menguasai 485,33 juta saham Seri B secara langsung.

Kepemilikan tidak langsung tetap tercatat melalui DAM sebanyak 48,04 juta saham Seri B. Pemerintah masih berstatus Ultimate Beneficial Owner.

Transaksi pengalihan saham Bank Mandiri dilakukan melalui penandatanganan perjanjian pada 5 Januari 2026.

Tag:  #danantara #alihkan #saham #mandiri #bumn

KOMENTAR