Jumlah Penumpang Kereta Api PSO Tembus 1,1 Juta Selama Nataru
Ilustrasi kereta api.(KAI Daop 6 Yogyakarta)
11:44
7 Januari 2026

Jumlah Penumpang Kereta Api PSO Tembus 1,1 Juta Selama Nataru

- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket dengan skema Public Service Obligation (PSO) mencapai 1,1 juta.

Program tersebut adalah program subsidi dari Pemerintah Indonesia lewat Kemenhub untuk menyediakan layanan kereta api kelas ekonomi dengan harga tiket yang sangat terjangkau bagi masyarakat.

“Sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, layanan kereta api PSO melayani 1,1 juta pelanggan, mencerminkan peran strategis kebijakan subsidi pemerintah dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi Rabu (7/1/2026).

Anne mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari 676.149 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) PSO dan 427.230 pelanggan Kereta Api Lokal PSO, keduanya meningkat dibandingkan periode Nataru 2024/2025.

Komitmen Pemerintah

Dia mengatakan, layanan PSO merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan transportasi publik yang terjangkau dan merata.

“Melalui skema PSO, pemerintah melalui KAI hadir memastikan masyarakat tetap dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan terjangkau, khususnya pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Nataru,” ujar Anne.

Secara keseluruhan, selama periode Nataru 2025/2026, KAI melayani 4,1 juta pelanggan, atau tumbuh 12,02 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang mencapai 3,7 juta pelanggan.

Dari total tersebut, layanan kereta api jarak jauh melayani 3,3 juta pelanggan atau setara 122,9 persen dari kapasitas 2,7 juta tempat duduk.

Adapun kereta api lokal melayani 786.656 pelanggan atau 105,6 persen dari kapasitas 745.056 tempat duduk.

Tingkat keterisian ini dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, khususnya pada layanan kereta api lokal dengan karakteristik naik-turun penumpang di banyak stasiun.

“Tingginya pergerakan masyarakat selama Nataru turut mendorong aktivitas perjalanan wisata, silaturahmi keluarga, serta perputaran ekonomi di berbagai daerah,” ujar Anne.

“Kehadiran layanan kereta api yang terjangkau melalui PSO menjadi penopang penting bagi sektor pariwisata, transportasi lanjutan, serta usaha masyarakat di sekitar stasiun, mulai dari UMKM hingga pelaku jasa lokal,” tambah dia.

Dari sisi operasional, kinerja perjalanan kereta api tetap terjaga dengan baik.

Selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, On Time Performance (OTP) kereta api penumpang mencatat ketepatan waktu keberangkatan 99,68 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan mencapai 96,13 persen.

Diskon Tiket

Pada periode Nataru ini, KAI juga memberlakukan diskon tarif 30 persen untuk kereta api ekonomi komersial yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan total 1,5 juta tempat duduk disiapkan.

Hingga 5 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, tiket diskon yang terjual mencapai 1,5 juta tiket atau 102 persen, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api dengan tarif terjangkau.

“Kebijakan tarif terjangkau ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat serta mendorong mobilitas yang produktif selama periode liburan,” tegas Anne.

Tag:  #jumlah #penumpang #kereta #tembus #juta #selama #nataru

KOMENTAR