Wall Street Menguat, Saham Semikonduktor dan AI Jadi Motor
Ilustrasi Wall Street.()
07:24
7 Januari 2026

Wall Street Menguat, Saham Semikonduktor dan AI Jadi Motor

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (6/1/2026) waktu setempat.

Penguatan Wall Street terutama ditopang lonjakan saham-saham semikonduktor, seiring meningkatnya optimisme investor terhadap prospek kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Mengutip Reuters, Rabu (7/1/2026), indeks S&P 500 naik 0,62 persen ke level 6.944,55.

Nasdaq Composite menguat 0,61 persen ke posisi 23.537,96, sementara Dow Jones Industrial Average melonjak 1,02 persen ke 49.476,54, semakin dekat dengan level psikologis 50.000.

Penguatan pasar dipimpin sektor teknologi, khususnya saham-saham memori dan penyimpanan data.

Sentimen positif menguat setelah CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, memaparkan pengembangan teknologi lapisan baru untuk sistem penyimpanan data.

Saham-saham Chip Melonjak

Sejumlah saham pun mencatat lonjakan signifikan.

SanDisk melonjak 23 persen, Western Digital melesat 16 persen, Seagate Technology naik 13 persen, dan Micron Technology menguat hampir 8 persen.

Keempat saham tersebut sekaligus mencetak rekor tertinggi baru.

Kinerja impresif saham-saham chip turut mendorong indeks semikonduktor PHLX yang naik 2,7 persen.

Sepanjang tiga sesi perdagangan pertama 2026, indeks tersebut telah menguat 7,9 persen.

“Saya memperkirakan musim laporan keuangan Big Tech akan sangat kuat, dan seluruh proyeksi belanja modal yang beredar kemungkinan akan kembali direvisi naik,” ujar manajer portofolio Argent Capital, Jed Ellerbroek.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mulai mengalihkan perhatian ke rilis data ekonomi AS yang dinilai lebih andal setelah dampak penutupan pemerintah federal selama 43 hari mereda.

Agenda data pekan ini mencakup laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) pada Rabu serta laporan ketenagakerjaan Desember pada Jumat.

Data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan berpotensi memperkuat peluang penurunan suku bunga oleh bank sentral AS.

Dari sektor kesehatan, saham Moderna melonjak 10 persen setelah BofA Global Research menaikkan target harga emiten farmasi tersebut.

Sejalan dengan itu, indeks kesehatan S&P 500 naik 1,9 persen.

Sementara itu, data ekonomi menunjukkan aktivitas bisnis AS mulai melambat.

PMI komposit final S&P Global turun ke 52,7 pada Desember dari 53,0 pada bulan sebelumnya, sedangkan PMI sektor jasa melemah ke 52,5 dari 52,9.

Pasar juga mencermati pernyataan Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, yang kembali menegaskan sikap hati-hati bank sentral AS terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan.

Pernyataan tersebut kontras dengan pandangan Gubernur The Fed Stephen Miran yang mendorong pemangkasan suku bunga secara agresif dalam wawancara dengan Fox Business.

Di tengah dinamika tersebut, investor cenderung mengabaikan kekhawatiran geopolitik global setelah pasukan AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu.

Pelaku pasar menilai langkah itu berpotensi membuka jalan bagi perusahaan AS untuk kembali mengakses cadangan minyak Venezuela.

Tag:  #wall #street #menguat #saham #semikonduktor #jadi #motor

KOMENTAR