Neraca Dagang RI November 2025 Surplus Rp 43,6 Triliun
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat ditemui di Kompleks Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta Timur, Senin (1/12/2025).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
21:16
6 Januari 2026

Neraca Dagang RI November 2025 Surplus Rp 43,6 Triliun

- Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada November 2025 surplus 2,66 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Nilai itu setara Rp 43,6 miliar dengan nilai tukar 16.770 per 1 dollar AS.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan menyebut, angka neraca dagang itu membuat Indonesia berhasil mempertahankan tren surplus neraca perdagangan selama 67 bulan berturut-turut.

Busan menguraikan, surplus neraca perdagangan pada November 2025 itu ditopang kinerja positif di sektor non minyak dan gas (migas) yang mencatatkan surplus 4,64 miliar dollar AS atau setara Rp 77,8 miliar.

“Neraca perdagangan nonmigas mencatat surplus USD 4,64 miliar, sementara neraca minyak dan gas (migas) mencatat defisit USD 1,98 miliar,” kata Busan dalam keterangan resminya, Selasa (6/1/2026) malam.

Busan mengatakan, dengan pencatatan itu, neraca perdagangan RI sepanjang Januari hingga November 2025 surplus 38,54 miliar dollar AS atau setara Rp 646,3 miliar.

Dibandingkan tahun 2024 dengan periode yang sama, nilai tersebut lebih lebih tinggi.

Pada 2024, neraca perdagangan RI mencatatkan surplus 29,24 miliar dollar AS atau setara Rp 490,3 miliar.

Sementara, pada 2025 Kemendag mencatat surplus neraca dagang didorong sektor nonmigas yang surplus 56,15 miliar dollar AS atau setara Rp 941,7 miliar dan defisit migas 17,61 miliar dollar AS atau setara Rp 295,3 miliar.

Menurut Busan, surplus perdagangan sektor nonmigas sepanjang Januari hingga November 2025 merupakan hasil dari perdagangan dengan beberapa negara mitra utama yakni, Amerika Serikat (AS) 19,21 miliar dollar AS atau setara Rp 322,1 miliar;

India 12,16 miliar dollar AS atau setara Rp 203,9 miliar dan Filipina 7,72 miliar dollar AS atau setara Rp 129,4 miliar.

Lebih lanjut, Busan menyebut, pada November 2025 ekspor Indonesia mengalami turunan 7,08 persen atau menjadi 22,52 miliar dollar AS atau setara Rp 377,6 miliar.

Penurunan, kata dia, didorong berkurangnya ekspor nonmigas sebesar 7,30 persen (MoM) dan sektor migas 1,25 persen.

Busan menyebut, secara kumulatif jumlah total ekspor Indonesia sepanjang Januari-November 2025 mencapai 256,56 miliar dollar AS atau setara Rp 4,3 triliun.

Nilai ekspor itu tumbuh 5,61 persen dibanding periode Januari-November 2024 (CtC).

Peningkatan ekspor itu didorong kenaikan ekspor nonmigas 7,07 persen (CtC) menjadi 244,75 miliar dollar AS atau setara Rp 4,1 triliun.

“Tiga komoditas nonmigas utama dengan pertumbuhan ekspor tertinggi pada Januari–November 2025 adalah aluminium dan barang daripadanya (HS 76) yang naik hingga 57,69 persen; berbagai produk kimia (HS 38) naik 48,02 persen; serta kakao dan olahannya (HS 18) naik 44,06 persen (CtC),” ujar Busan.

Kemendag juga mencatat sektor industri pengolahan mendominasi ekspor Januari-November 2025 dengan kontribusi 80,27 persen, disusul pertambangan dan lainnya 12,65 persen, migas 4,60 persen, dan pertanian 2,48 persen.

“Secara kumulatif, ekspor pertanian naik tertinggi hingga 24,63 persen (CtC). Ekspor industri pengolahan juga naik sebesar 14,00 persen, namun sektor pertambangan dan lainnya turun 24,24 persen serta migas turun 17,64 persen (CtC),” tutur Busan.

Tag:  #neraca #dagang #november #2025 #surplus #triliun

KOMENTAR