OJK Cabut Izin Pendirian Unit Syariah Manulife Indonesia, Ini Alasannya
Manulife Indonesia (Dokumentasi Manulife Indonesia )
18:28
6 Januari 2026

OJK Cabut Izin Pendirian Unit Syariah Manulife Indonesia, Ini Alasannya

- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencabut izin pendirian unit syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia).

Pencabutan izin pendirian unit syariah ini ditetapkan melalui Keputusan Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun Nomor KEP712/PD.02/2025 tanggal 24 Desember 2025.

Kepala Departemen Perizinan, Pemeriksaan Khusus dan Pengendalian Kualitas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK I Wayan Wijana mengatakan, pencabutan izin tersebut sehubungan dengan pemisahan unit syariah Manulife Indonesia ke PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah (Manulife Syariah Indonesia).

"Pencabutan Izin Pendirian Unit Syariah PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia merupakan tindak lanjut dari Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah dengan mengalihkan pengelolaan Unit Syariah kepada PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah," jelas I Wayan dalam pengumuman resmi, Selasa (6/1/2026).

Dengan dicabutnya izin pendirian unit syariah Manulife Indonesia, maka perusahaan tersebut dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang asuransi jiwa dengan prinsip syariah.

Kendati demikian, I Wayan memastikan, dengan adanya pencabutan izin tersebut tidak berdampak terhadap operasional Manulife Indonesia.

Perusahaan yang beralamat di Gedung Sampoerna Strategic Square, South Tower Lantai 3-17, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 45-46, Jakarta Selatan, 12930 itu tetap dapat melanjutkan kegiatan usaha konvensional seperti biasa.

Sebagai informasi, Manulife Syariah Indonesia mulai beroperasi penuh sejak 1 Desember 2024.

Unit syariah Manulife Indonesia ini dibentuk untuk memperkuat kehadiran Manulife Indonesia dalam sektor keuangan syariah guna memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan produk dan layanan berbasis prinsip syariah yang terus meningkat.

Manulife Syariah Indonesia menawarkan berbagai produk perlindungan jiwa, kesehatan, serta perencanaan keuangan berbasis syariah.

Per Oktober 2025, Manulife Syariah Indonesia mencatat peningkatan total aset kelolaan syariah Rp 1,69 triliun.

Pendapatan ini berasal dari kontribusi Tabarru’, Tanahud, ujrah, dan alokasi investasi sebesar Rp 534 miliar.

Sejak spinoff pada 1 Desember 2024 hingga akhir Oktober 2025, Manulife Syariah Indonesia telah menunjukkan komitmennya dengan membayarkan klaim Rp 248 miliar.

Pada 2025, perusahaan juga meluncurkan beragam produk baru, seperti Manulife Perlindungan Syariah (Flexi), Proteksi Prima Berkah (PPB), dan MiUltimate Healthcare Syariah (MiUHC Syariah).

Tag:  #cabut #izin #pendirian #unit #syariah #manulife #indonesia #alasannya

KOMENTAR