Berkat Face Recognition Boarding Selama Nataru, KAI Hemat Rp 27,6 Juta
Pintu masuk Hall Selatan menggunakan Face Recognition di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2025).(Kompas.com/Krisda Tiofani)
12:56
6 Januari 2026

Berkat Face Recognition Boarding Selama Nataru, KAI Hemat Rp 27,6 Juta

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penghematan Rp 27,6 juta dari penerapan teknologi boarding tiket berbasis face recognition selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Periode penghitungan berlangsung pada 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

Teknologi face recognition mulai digunakan lebih luas oleh pelanggan pada akhir 2025, meski telah diperkenalkan sejak 2022. Inovasi ini memungkinkan proses boarding tanpa tiket fisik dan tanpa pemeriksaan identitas secara manual.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba mengatakan, penerapan teknologi tersebut berdampak langsung pada efisiensi operasional, terutama pengurangan penggunaan kertas tiket.

“Selama periode Nataru, penggunaan face recognition oleh 748.855 pelanggan setara dengan penghematan sekitar 1.872 roll kertas tiket, dan efisiensi biaya pembelian kertas sekitar Rp 27,6 juta selama periode tersebut,” kata Anne dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).

Menurut Anne, penghematan ini turut mengurangi konsumsi sumber daya alam dan limbah kertas. Langkah tersebut sejalan dengan penguatan prinsip keberlanjutan dalam operasional KAI.

Sepanjang libur Nataru, sebanyak 748.855 pelanggan memanfaatkan fasilitas face recognition untuk mempercepat proses boarding. KAI menilai teknologi ini menjadi bagian dari optimalisasi layanan guna mendukung mobilitas masyarakat.

Face recognition selain mempermudah dan mempercepat proses boarding, juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional serta aspek keberlanjutan lingkungan,” ujar Anne.

Anne menjelaskan, melalui teknologi face recognition, pelanggan dapat langsung masuk area boarding tanpa menunjukkan tiket fisik maupun identitas. Sistem ini sekaligus mengurangi kebutuhan pencetakan tiket secara signifikan.

Saat ini, fasilitas face recognition tersedia di 22 stasiun, meliputi Bandung, Bekasi, Cirebon, Cirebon Prujakan, Gambir, Jember, Kiaracondong, Kutoarjo, Lempuyangan, Medan, Malang, Madiun, Pekalongan, Pasarsenen, Purwokerto, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Solo Balapan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, dan Yogyakarta.

Selama masa Angkutan Nataru 2025/2026, KAI melayani 4.179.095 pelanggan. Jumlah ini tumbuh 12,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja operasional tercatat tetap terjaga. Ketepatan waktu keberangkatan mencapai 99,68 persen, sedangkan ketepatan waktu kedatangan berada di level 96,13 persen.

“Kami terus meningkatkan layanan digital dan operasional secara berkelanjutan agar perjalanan kereta api semakin andal, aman, nyaman, dan ramah lingkungan,” tutup Anne.

Tag:  #berkat #face #recognition #boarding #selama #nataru #hemat #juta

KOMENTAR