Produksi Surplus, Bapanas: Indonesia Swasembada Jagung di 2025
Badan Pangan Nasional menyebut Indonesia mencapai swasembada jagung pada 2025. Produksi nasional dinilai melampaui kebutuhan konsumsi sepanjang tahun.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, laporan Badan Pusat Statistik mencatat produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2025 mencapai 16,11 juta ton. Angka itu lebih tinggi dibanding kebutuhan konsumsi nasional sekitar 15,64 juta ton.
Selisih produksi tersebut menciptakan surplus sekitar 0,47 juta ton. Surplus itu membentuk stok akhir tahun dan menjadi stok carry over dari 2025 ke 2026 sebesar 4,5 juta ton.
Ketut menjelaskan, stok tersebut cukup memenuhi kebutuhan nasional hampir tiga bulan pertama pada 2026. Kebutuhan bulanan diperkirakan sekitar 1,4 juta ton.
Menurut Ketut, kondisi stok dan produksi tersebut menandai tercapainya swasembada jagung pada 2025. Kebutuhan jagung pakan terpenuhi tanpa membuka keran impor.
“Dengan kondisi stok dan produksi seperti ini, pemerintah sepakat tidak perlu melakukan impor jagung pada 2026, baik untuk pakan, benih, maupun konsumsi rumah tangga,” kata Ketut, Selasa (6/1/2026).
Ia menyebut pasokan jagung dalam negeri cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Produksi jagung sepanjang 2026 diperkirakan meningkat hingga 18 juta ton dan menjadi penopang utama kebutuhan domestik.
Tambahan produksi tersebut dinilai menjaga keseimbangan pasokan sepanjang tahun. Dengan produksi 18 juta ton, Bapanas memproyeksikan stok jagung akhir 2026 berada di kisaran 4,5 juta ton.
Stok tersebut dianggap cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga sepanjang 2026. Ketut juga menyebut peningkatan produksi membuka peluang ekspor jagung sekitar 52,9 ribu ton pada 2026.
Menurutnya, peluang ekspor muncul seiring peningkatan kualitas dan volume produksi. Kegiatan ekspor dinilai tidak mengganggu kebutuhan dalam negeri.
“Ini menunjukkan kerja keras petani kita membuahkan hasil. Produksi jagung nasional semakin solid, dan pemerintah akan terus memastikan hasil panen terserap dengan baik,” ujar Ketut.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan keberpihakan pemerintah kepada petani. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto memberi arahan agar petani jagung tidak merugi.
Pemerintah menetapkan Harga Pembelian Pemerintah jagung pada 2025 melalui Keputusan Kepala Bapanas Nomor 216 Tahun 2025 sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025. HPP jagung pipilan kering di tingkat petani ditetapkan Rp 5.500 per kilogram dengan kadar air 18 hingga 20 persen.
Bulog menetapkan harga Rp 6.400 per kilogram untuk jagung dengan kadar air maksimal 14 persen dan aflatoksin maksimal 50 part per billion. Penetapan harga tersebut ditujukan menjaga serapan hasil panen petani.
Pemerintah juga merealisasikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan jagung sebanyak 51,2 ribu ton. Penyaluran dilakukan kepada 3.578 peternakan ayam ras petelur di 17 provinsi.
Program tersebut diarahkan menjaga ketersediaan pakan ternak. Pemerintah menilai kelancaran pasokan pakan berperan penting menjaga stabilitas harga pangan.
“Produksi dalam negeri harus jadi andalan, dan hasil kerja petani harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Amran.
Tag: #produksi #surplus #bapanas #indonesia #swasembada #jagung #2025