Diskon Tiket Pelni Masih Berlaku hingga 10 Januari, Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi 5 Januari 2026
Kapal Pelni saat melayani penumpang selama Libur Nataru (Dok. Pelni)
11:09
4 Januari 2026

Diskon Tiket Pelni Masih Berlaku hingga 10 Januari, Puncak Arus Mudik Diprediksi Terjadi 5 Januari 2026

Program diskon tiket kapal PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) masih bisa dimanfaatkan masyarakat hingga 10 Januari 2026. Di tengah sisa waktu program, animo penumpang kapal laut tercatat masih sangat tinggi selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

PELNI mencatat, serapan kuota stimulus ekonomi berupa diskon tiket kapal sebesar 20 persen dari tarif dasar kelas ekonomi telah mencapai 91 persen. Program diskon ini mulai berjalan sejak 21 November 2025, dengan jadwal keberangkatan kapal pada 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Papilanda, menyampaikan bahwa berdasarkan data per 3 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, penjualan tiket diskon telah mencapai 369.042 tiket. Angka tersebut setara dengan penyerapan anggaran Rp 24,8 miliar.

“Realisasi stimulus ekonomi yang sudah mencapai 91 persen menunjukkan tingginya minat masyarakat sekaligus kepercayaan terhadap layanan PELNI,” ujar Ditto dalam keterangannya, Minggu (4/1).

Lebih lanjut, Ditto membeberkan bahwa selama periode 17 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, jumlah penumpang kapal PELNI tercatat mencapai 292.360 orang. Puncak arus mudik terjadi pada 18 Desember 2025 dengan jumlah 27.765 penumpang, melonjak 97 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 14.046 penumpang.

Ditto juga mengungkapkan bahwa pada Sabtu (3/1), jumlah penumpang mencapai 20.617 orang atau meningkat 21,7 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Dengan begitu, ia menilai bahwa program diskon telah terbukti efektif dalam mendorong mobilitas masyarakat.

Sejumlah rute pun mencatatkan volume penumpang tertinggi selama program berlangsung. Di antaranya rute Belawan–Batam dengan 17.380 penumpang, Batam–Belawan 17.092 penumpang, Makassar–Bau-Bau 5.822 penumpang, Jayapura–Biak 5.279 penumpang, serta Bau-Bau–Makassar 5.113 penumpang.

“Hanya tersisa sekitar satu minggu sebelum penutupan program pada keberangkatan 10 Januari 2026. Kami memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 5 Januari 2026 dengan proyeksi 24.718 penumpang,” jelas Ditto.

PELNI mengimbau masyarakat yang masih merencanakan perjalanan laut untuk segera membeli tiket melalui aplikasi PELNI Mobile atau kanal resmi lainnya sebelum kuota diskon habis dan tarif kembali normal.

Sepanjang periode Nataru, data PELNI mencatat pelabuhan Makassar menjadi yang tersibuk dengan 28.324 penumpang untuk pelabuhan kedatangan, disusul Ambon sebanyak 24.799 orang, Batam 20.349 penumpang, Belawan 19.559 penumpang, dan Bau-Bau sebanyak 17.573 penumpang.

"Adapun pelabuhan keberangkatan terpadat juga didominasi Makassar dengan 27.039 penumpang, diikuti Ambon 25.528 penumpang, Batam 20.613 penumpang, Belawan 19.208 penumpang, dan Kupang 17.152 penumpang," tukasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin

Tag:  #diskon #tiket #pelni #masih #berlaku #hingga #januari #puncak #arus #mudik #diprediksi #terjadi #januari #2026

KOMENTAR