Menhub Buka Suara Soal Tragedi Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam konferensi pers mengenai Nataru 2025/2026 di Jakarta, Rabu (31/12/2025). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
15:40
31 Desember 2025

Menhub Buka Suara Soal Tragedi Kapal Wisata Tenggelam di Labuan Bajo

- Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi buka suara terkait tenggelamnya kapal wisata di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia menuturkan, izin berlayar kapal pinisi tersebut telah diberikan sesuai prosedur oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo, termasuk informasi mengenai kondisi cuaca.

Pemberian izin mengacu pada informasi cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Pada saat izin berlayar dikeluarkan, kondisi cuaca di wilayah tersebut dinilai masih kondusif dan tidak bersifat ekstrem.

"Jadi cuaca kita sudah disampaikan, kalau ekstrim tentunya pasti akan kita larang. Pada kejadian Labuan Bajo, saat diberikan surat berlayar, kondisi cuaca memang cukup kondusif untuk berlayar," ungkap Dudy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, pada hari yang sama, otoritas pelabuhan juga mengeluarkan sekitar 186 izin berlayar. Namun, dari ratusan kapal tersebut, ada satu kapal yang mengalami insiden tenggelam akibat perubahan kondisi ombak yang terjadi secara tiba-tiba di lokasi tertentu.

"Hanya saja ada satu kapal yang berada pada titik yang di mana kondisi ombaknya ternyata tiba-tiba berubah. Jadi, itu yang terjadi," ucap dia.

Dudy menegaskan bahwa informasi BMKG menjadi rujukan utama Kementerian Perhubungan dalam menentukan boleh atau tidaknya aktivitas pelayaran.

Saat ini seiring adanya potensi cuaca ekstrem, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo memutuskan untuk menutup sementara aktivitas pelayaran menuju Pulau Padar dan Pulau Komodo.

Ia pun mengingatkan para pelaku pelayaran, khususnya kapal-kapal tradisional dan wisata, untuk mengikuti arahan otoritas, meski adanya peningkatan permintaan layanan pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini.

"Jadi, pemberlakuan berlayar atau tidak, kita merujuk kepada informasi cuaca dari BMKG. Dan itu sudah kita buktikan dengan mengeluarkan arahan di Labuan Bajo pada saat memang cuacanya tidak memungkinkan untuk dilayari," kata Dudy.

Sebelumnya, insiden tenggelamnya kapal wisata di Perairan Pulau Padar, membuat 4 dari 11 penumpang sempat dinyatakan hilang. Keempat korban yang hilang itu adalah pelatih klub Liga Spanyol (LaLiga) tim B Wanita dan ketiga anaknya.

Saat ini, satu korban yang sebelumnya dilaporkan hilang, yakni seorang anak perempuan berusia 12 tahun berkewarganegaraan Spanyol, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, 7 orang dilaporkan selamat, mereka adalah 2 orang wisatawan asing, 4 orang awak kapal, dan 1 pemandu wisata. Korban selamat dievakuasi menggunakan Kapal Nepton yang melintas dari Labuan Bajo ke Pulau Padar dan milik tim SAR gabungan.

Tag:  #menhub #buka #suara #soal #tragedi #kapal #wisata #tenggelam #labuan #bajo

KOMENTAR