Dari Hari Ibu, Revitalisasi Warung Dorong Ekonomi Perempuan Cilegon
— Peringatan Hari Ibu tahun ini dimaknai sebagai momentum penguatan ekonomi perempuan melalui revitalisasi usaha mikro di kawasan industri Cilegon, Banten. Inisiatif tersebut dijalankan PT Wajah Rejuvenasi Perempuan Indonesia (WRP) bersama Habitat for Humanity Indonesia (HFHI) dengan fokus pada peningkatan kapasitas ibu pelaku usaha kecil.
Program ini menyasar ibu pemilik warung makan dan warung sembako yang menjalankan usaha rumahan secara perseorangan. Revitalisasi dilakukan tidak hanya melalui perbaikan fisik warung, tetapi juga pendampingan usaha agar para pelaku mampu mengelola bisnis secara lebih berkelanjutan.
Badan Pusat Statistik mencatat, sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia pada 2024 adalah perempuan. Namun, sebagian masih menghadapi keterbatasan akses terhadap modal dan edukasi manajemen usaha, terutama di wilayah non-metropolitan.
CEO WRP Indonesia Kwik Wan Tien mengatakan, dukungan konkret dibutuhkan agar perempuan dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus kemandirian ekonomi.
“Apresiasi terbaik bagi seorang perempuan adalah dukungan yang memberdayakan. Lewat program ini, WRP memberikan ruang bagi para ibu untuk naik kelas melalui pembekalan fasilitas dan pendampingan,” ujar Wan Tien, melalui keterangannya, Rabu (24/12/2025).
Kolaborasi WRP dan HFHI sebelumnya telah dijalankan melalui program renovasi rumah layak huni bagi keluarga prasejahtera. Berangkat dari pengalaman tersebut, kerja sama kali ini difokuskan pada penguatan usaha mikro milik tiga ibu di Cilegon.
Program dimulai sejak Oktober 2025 dengan renovasi warung agar lebih higienis, nyaman, dan menarik bagi pelanggan. Pembangunan ditargetkan rampung pada awal Januari 2026. Selain itu, pendampingan keterampilan usaha telah berlangsung sejak pertengahan November 2025.
Materi pendampingan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemilik warung, mencakup pengelolaan stok, penataan etalase, hingga pengaturan keuangan usaha. Pemantauan rutin direncanakan berlanjut selama tiga hingga enam bulan ke depan.
“Pemberdayaan perempuan membutuhkan pendekatan yang komprehensif. Program ini tidak hanya memperbaiki fisik warung, tetapi juga membangun kapasitas dan kepercayaan diri para ibu sebagai pelaku usaha,” kata Wan Tien.
GM Resource Development Habitat for Humanity Indonesia Abraham Tulung menilai kolaborasi ini berdampak pada kesejahteraan komunitas sekitar.
“Langkah WRP sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya kesetaraan gender, pekerjaan layak, dan pembangunan komunitas berkelanjutan,” ujarnya.
Dampak program mulai dirasakan para penerima manfaat. Jumyati Dewi (46), pemilik warung bakso yang berusaha sejak 2014, mengaku kondisi warungnya kini lebih nyaman.
“Sekarang setelah direnovasi, pelanggan bisa lebih betah dan saya lebih semangat buka warung setiap pagi,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Faujihah (43), pemilik warung sembako sejak 2010.
“Sekarang saya tahu cara mencatat stok dan keuangan dengan benar, jadi lebih jelas mengatur usaha,” katanya.
Tag: #dari #hari #revitalisasi #warung #dorong #ekonomi #perempuan #cilegon