Bisnis Asuransi Hadapi Tantangan Berat, Kesadaran Proteksi Masyarakat Masih Rendah
Danamon dorong kesadaran risiko finansial lewat proteksi asuransi.(DOK. DANAMON)
21:04
30 Juni 2025

Bisnis Asuransi Hadapi Tantangan Berat, Kesadaran Proteksi Masyarakat Masih Rendah

Industri asuransi di Indonesia masih menghadapi tantangan berat, terutama dari sisi rendahnya penetrasi pasar. Kondisi ini mendorong PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) untuk mengajak masyarakat lebih sadar terhadap pentingnya proteksi finansial lewat asuransi.

“Penetrasi premi asuransi Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara lain di ASEAN. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita belum terbiasa mengelola risiko secara optimal,” kata Head of Wealth Management Danamon, Yulius Ardi, dalam acara Menulis Masa Depan: Karena Mimpi Tak Cukup Tanpa Perlindungan di Menara Danamon, Jakarta, Senin (30/6/2025), dikutip dari siaran pers.

Menurut Yulius, jika dibiarkan, masyarakat akan semakin rentan terhadap guncangan finansial. Baik dari sisi kesehatan, keberlangsungan bisnis, hingga urusan warisan keluarga.

Asuransi adalah salah satu bentuk tanggung jawab kita terhadap masa depan. Dengan mengalihkan risiko finansial kepada perusahaan asuransi, kita menciptakan perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga,” ujarnya.

Yulius menyebutkan, bentuk asuransi yang bisa dipertimbangkan beragam, mulai dari asuransi jiwa hingga asuransi umum. Ia menyarankan agar masyarakat mengalokasikan minimal 10 persen dari pendapatan bulanan untuk kebutuhan asuransi.

Ia mencontohkan, asuransi juga bisa menjadi solusi mencegah konflik warisan di keluarga. “Misalnya, seorang ayah punya dua anak dan aset berupa properti senilai Rp10 miliar. Properti tidak bisa dibagi dua secara fisik, tapi nilainya bisa dilengkapi lewat aset lain sebesar Rp10 miliar melalui asuransi,” jelasnya.

Meski begitu, Yulius mengakui bahwa bisnis asuransi sendiri sedang tidak mudah. “Ada tantangan besar di industri ini. Karena itu, kami bekerja sama dengan mitra asuransi yang memiliki kapabilitas dan struktur produk yang wajar,” katanya.

Danamon, lanjutnya, memilih perusahaan asuransi dengan risk-based capital tinggi dan rekam jejak yang kuat. Ini dilakukan untuk menjaga kepercayaan nasabah terhadap produk-produk asuransi yang ditawarkan.

Perusahaan menyediakan berbagai pilihan produk asuransi sesuai tahapan kehidupan nasabah. Di antaranya asuransi jiwa berjangka, asuransi seumur hidup, asuransi PAYDI, dan asuransi jiwa dwiguna.

“Hingga Juni ini kami masih on track dan optimistis bisa mencapai target sampai akhir tahun,” ujar Yulius.

Tag:  #bisnis #asuransi #hadapi #tantangan #berat #kesadaran #proteksi #masyarakat #masih #rendah

KOMENTAR