Pendakian Gunung Slamet Dibuka, Batas Aman hanya sampai Pelawangan
Jalur pendakian Gunung Slamet via Dusun Bambangan, Desa Kutabawa, Purbalingga, Jawa Tengah, akan kembali dibuka mulai Rabu (10/6/2026).
Tak hanya jalur Bambangan, operasional enam jalur pendakian lain yakni via Guci, Baturraden, Gunung Malang, Kaliwadas, Dipajaya, dan Cemara Sakti juga kembali dibuka.
- Pendakian Gunung Slamet Ditutup, Suhu Kawah Naik hingga 400 Derajat Celsius
- Aktivitas Gunung Slamet Naik, Tim SAR Cegat 364 Pendaki agar Tidak ke Puncak
Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo menyampaikan, meski telah dibuka, aktivitas pendakian tetap dibatasi hingga radius dua kilometer dari puncak
“Kalau di jalur Bambangan, radius dua kilometer itu di Pos 9, artinya pendakian maksimal hanya sampai di pelawangan atau batas vegetasi,” kata Sugeng pada Kompas.com, Senin (8/6/2026)
Pendakian Gunung Slamet dibuka
Radius aman dipersempit
Jalur pendakian Gunung Slamet via Baturraden Lestari, Desa Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (6/4/2026).
Dalam beberapa hari ini, Perhutani memberikan waktu kepada setiap pengelola jalur pendakian Gunung Slamet untuk mematangkan sejumlah persiapan.
Persiapan lapangan yang disyaratkan, kata Sugeng, meliputi pemasangan rambu batas aman, penanda jalur evakuasi, dan papan informasi yang jelas mengenai pembukaan pendakian secara terbatas.
Di sisi administrasi, pengelola basecamp wajib menyediakan form surat pernyataan calon pendaki bermaterai. Pengelola basecamp juga wajib menerapkan safety briefing bagi tiap pendaki sebelum melaksanakan pendakian.
Baca juga: Terdampak Banjir Bandang Gunung Slamet, Telaga Sunyi Baturraden Ditutup Sementara
“Jika ke depan dipandang terjadi keadaan darurat yang dapat membahayakan masyarakat umum maka kegiatan pendakian Gunung Slamet sewaktu-waktu dapat ditutup kembali,” ujar Sugeng.
Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mempersempit radius aman Gunung Slamet dari tiga kilometer menjadi dua kilometer dari kawah.
Rekomendasi tersebut dikeluarkan Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi KESDM, Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/6/2026).
Baca juga: Ada Demo di Solo, Hotel dan Restoran di Jalan Slamet Riyadi Terdampak
Tidak ada peningkatan aktivitas termal
Pendakian Gunung Slamet, Jawa Tengah, dibuka pada Rabu (10/6/2026). Kendati demikian, aktivitas pendakian masih dibatasi dalam radius dua kilometer.
Berdasarkan hasil analisis selama periode Sabtu (4/4/2026) hingga Rabu (3/6/2926), petugas mengamati tidak adanya peningkatan aktivitas termal yang lebih lanjut.
Hasil pengukuran suhu menggunakan drone termal, suhu solfatara kawah berfluktuasi antara 407,2 derajat celcius hingga 478,7 derajat celcius, tanpa menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.
“Hasil pengukuran tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas termal masih relatif tinggi, namun cenderung stabil dan tidak menunjukkan eskalasi dibandingkan kondisi yang menjadi dasar peningkatan jarak rekomendasi,” kata Lana dalam keterangan tertulisnya.
Baca juga: Berendam Air Panas ala Jepang di Kaki Gunung Slamet Baturraden
Meski sejumlah parameter pemantauan lain secara umum memperlihatkan kecenderungan menurun, tingkat aktivitas vulkanis Gunung Slamet belum sepenuhnya kembali ke kondisi dasar.
“Berdasarkan evaluasi tersebut, radius zona rekomendasi Gunungapi Slamet dikembalikan menjadi dua kilometer dari pusat kawah,” ujar Lana.
Baca juga: Jangan Mendaki Tektok ke Gunung Slamet Saat Musim Hujan, Ini Alasannya
Tag: #pendakian #gunung #slamet #dibuka #batas #aman #hanya #sampai #pelawangan