Jutaan Turis Diprediksi Liburan ke Yogyakarta, Apa Penyebabnya?
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lagi-lagi diprediksi menjadi salah satu destinasi favorit selama libur Lebaran.
Tahun ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 8,2 juta orang bakal bepergian ke Yogyakarta selama periode libur Idul Fitri 2026/1447 Hijriah.
“Data Kemenhub bahwa DIY menjadi tujuan dari kegiatan masyarakat puncak arus mudik diprediksi sampai 8,2 juta orang,” kata Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, Selasa (10/3/2026), seperti dikutip Kompas.com.
Selain menjadi kampung halaman bagi banyak perantau di berbagai daerah, provinsi ini juga memiliki banyak daya tarik wisata. Apa saja?
Baca juga: Ini Aturan Penting yang Wajib Dipatuhi Jika Ingin Wisata Menjelajah Keraton Yogyakarta
Daya tarik wisata Yogyakarta
Peneliti Pusat Studi Pariwisata Universitas Gajah Mada (UGM) Dr. Destha Titi Raharjana, mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke DIY mencapai sekitar 1,46 juta. Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman menjadi kawasan wisata favorit di DIY.
Menurutnya, kemudahan akses menjadi salah satu alasan banyak wisatawan memilih DIY sebagai destinasi liburan.
"Tahun ini ada lonjakan yang diduga akibat akses jalan tol yang semakin mendekati pusat kota, jalur utara via Tempel dan jalur timur via Prambanan,” kata Destha seperti dikutip situs resmi UGM, Minggu (22/3/2026).
Belum lagi dengan konektivitas transportasi yang semakin baik, utamanya keberadaan Tol Trans Jawa yang mempermudah akses mereka yang menggunakan mobilitas darat.
Baca juga: Layanan Staf Bandara Soetta Raih Peringkat 10 Terbaik di Asia Versi Skytrax 2026
Taman Sari, wisata populer di Yogyakarta. Bukan hanya kemudahan akses, beberapa wilayah di DIY juga menawarkan kuliner dengan harga jual makanan dan minuman relatif masih terjangkau.
“Yogyakarta ini dikenal sebagai destinasi wisata murah. Yogyakarta juga memiliki sejuta kenangan bagi mereka yang pernah menempuh pendidikan atau bekerja di kota ini. Libur Lebaran tentu menjadi salah satu momen untuk bernostalgia,” terang Destha.
Meskipun belum ada data pasti, Destha memperkirakan bahwa spot wisata dengan daya tarik konvensional di DIY akan ramai dikunjungi wisatawan.
Mulai daari Malioboro, Titik Nol, Tugu dan sekitarnya, Kraton, Tamansari , serta beberapa wilayah pantai di Kabupaten Bantul.
Bahkan beberapa area di Gunung Kidul yang akhir-akhir ini menawarkan ragam daya tarik instagrammable, diperkirakan akan menjadi tujuan kunjungan wisatawan.
“Begitu pula dengan keberadaan kampung wisata dengan homestay termasuk juga desa-desa di wilayah Bantul, Sleman, dan Kulon Progo. Ini tentu berpeluang menerima kunjungan wisatawan, baik yang di daya tarik ataupun paket berkegiatan di desa wisata,” jelas dia.
Baca juga: Hari Ini Minggu 22 Maret 2026, Naik MRT, LRT, dan TransJakarta Cuma Bayar Rp 1
Belanja wisata masih minim
Meski mengalami lonjakan wisata yang cukup tinggi di DIY, Destha menduga tidak akan berdampak pada belanja wisatawan yang tinggi.
Dari sisi perilaku ekonomi, ia bahkan menilai jika para wisatawan akan selektif dalam merogoh kantong.
Melihat situasi saat ini, ia memprediksi akan banyak wisatawan yang memiliki daya beli rendah.
Tidak sedikit dari para wisatawan akan memilih aktivitas wisata yang gratis, seperti memilih ruang publik dan menggunakan akomodasi seperti hotel bujet atau homestay, atau hanya melakukan kunjungan one-day trip.
“Intinya, wisatawan tahun ini nampaknya akan lebih selektif dalam berbelanja, meski ada juga beberapa yang tetap royal untuk belanja makan dan minum (kuliner), serta membeli oleh-oleh,” kata Destha.
Baca juga: Bandara Soekarno-Hatta Naik ke Peringkat 22 Dunia, Bandara Bali Juga Naik Peringkat
Dampak lingkungan
Pengunjung memadati kawasan wisata Malioboro, Yogyakarta, Kamis (11/3/2021). Libur Isra Miraj 2021 kawasan Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan di Yogyakarta padat pengunjung.Menurut Destha, lonjakan 8,2 juta orang ke DIY akan membawa konsekuensi beban lingkungan yang besar.
Ia mengimbau pengelola destinasi dan wisatawan untuk sama-sama memperkuat komitmen DIY sebagai destinasi pariwisata bertanggung jawab.
“Jangan sampai euforia nostalgia di Yogyakarta justru meninggalkan masalah sampah yang mencemari citra estetik Yogyakarta," imbau dia.
"Penting untuk diperhatikan terkait dampak lingkungan dari ledakan jumlah pengunjung ini. Kita sama-sama menjaga agar lonjakan kunjungan tidak meninggalkan lonjakan volume sampah di titik-titik keramaian,” pungkasnya.
Baca juga: Surga Tersembunyi Dunia, 3 Pulau Cantik Ini Masih Sepi Turis
Tag: #jutaan #turis #diprediksi #liburan #yogyakarta #penyebabnya