11.819 Wisatawan Naik Kereta Panoramic Saat Libur Nataru
Ilustrasi penumpang kereta panoramic. (Dokumentasi PT Kereta Api Indonesia)
19:35
8 Januari 2026

11.819 Wisatawan Naik Kereta Panoramic Saat Libur Nataru

- Sebanyak 11.819 wisatawan tercatat naik kereta Panoramic saat libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat tingkat okupansi kereta Panoramic mencapai 120 persen dari total 9.576 tempat duduk yang disediakan.

"Kereta Panoramic menjawab tren perjalanan masa kini saat masyarakat tidak hanya ingin sampai tujuan, tetapi juga menikmati proses perjalanannya," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam siaran resmi, dikutip Kamis (8/1/2026).

Ia melanjutkan, hal itu sejalan dengan program pemerintah yang mendorong pariwisata berkualitas dan pergerakan ekonomi daerah melalui konektivitas yang nyaman dan berkelanjutan.

Ia melanjutkan, Kereta Panoramic menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi, menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.

Saat ini, sambung Anne, layanan Kereta Panoramic hadir pada rangkaian KA Argo Wilis relasi Bandung–Surabaya Gubeng (PP), KA Turangga relasi Bandung–Surabaya Gubeng (PP), KA Pangandaran relasi Gambir–Banjar (PP), KA Papandayan relasi Gambir–Garut (PP), serta KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung (PP).

Kereta Panoramic kembali beroperasi rute Ketapang-Surabaya pada momen lebaran 2025Kompas.com/Dokumentasi KAI Kereta Panoramic kembali beroperasi rute Ketapang-Surabaya pada momen lebaran 2025

Relasi-relasi ini, lanjut Anne, menghubungkan kota besar dengan daerah tujuan wisata.

Sekaligus, mendukung program pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan penguatan destinasi di luar pusat-pusat metropolitan.

Menurut Anne, tingginya minat pelanggan tidak lepas dari daya tarik jalur selatan Pulau Jawa yang dilalui sebagian besar layanan tersebut.

Jalur ini dikenal memiliki lanskap alam yang beragam, dan menjadi salah satu koridor penting dalam pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya.

“Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati bentang perbukitan, hamparan persawahan, aliran sungai, jembatan-jembatan ikonis, terowongan bersejarah, hingga panorama alam terbuka melalui kaca lebar Kereta Panoramic," kata Anne.

Pengalaman visual ini, sambungnya, menjadikan perjalanan sebagai bagian dari destinasi.

Ilustrasi kereta api panoramic. Dokumentasi Kereta Api Pariwisata. Ilustrasi kereta api panoramic.

Anne memaparkan, kehadiran Kereta Panoramic memberikan dampak ekonomi langsung bagi daerah yang dilalui.

Katanya, meningkatnya minat perjalanan mendorong kunjungan wisatawan ke kota dan kabupaten tujuan. Sehingga, menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, UMKM, serta industri kreatif lokal.

“Kami melihat Kereta Panoramic sebagai pengungkit baru bagi pariwisata daerah. Ketika akses semakin nyaman dan menarik, minat kunjungan meningkat, dan ekonomi lokal ikut bergerak. Inilah bentuk nyata sinergi antara transportasi publik dan agenda pembangunan nasional,” ujar Anne.

Ia menyambung, dari sisi keberlanjutan, penggunaan kereta api sebagai moda wisata juga mendukung program pemerintah dalam pengurangan emisi.

Serta, pengembangan transportasi rendah karbon, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap perjalanan yang lebih ramah lingkungan.

Kata Anne, KAI terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan berbasis kebutuhan pelanggan.

"Optimalisasi Kereta Panoramic pada relasi strategis merupakan bagian dari komitmen kami menghadirkan layanan yang relevan dengan tren pariwisata, mendukung mobilitas antardaerah, serta sejalan dengan agenda pemerintah dalam membangun pariwisata dan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Anne.

Tag:  #11819 #wisatawan #naik #kereta #panoramic #saat #libur #nataru

KOMENTAR