



Respons GWM Indonesia Terkait Pernyataan Ketum Periklindo yang Sebut Insentif Mobil Hybrid Hambat Pertumbuhan Mobil Listrik
- Great Wall Motor (GWM) seperti diketahui telah merilis dua mobil hybrid di Indonesia yakni GWM Tank 500 HEV dan GWM Haval H6 HEV. Salah satu model yang dibawa oleh GWM ke Indonesia adalah GWM Tank 500 HEV. Daya tarik GWM Tank 500 HEV disebut juga sebagai Luxury Off-Road SUV. Model ini didukung mesin bertenaga Powertrain-Hybrid (2.0L Turbo Engine HEV 342HP/648Nm).
Tidak hanya tangguh, SUV premium ini dilengkapi teknologi canggih dan cerdas seperti New Generation Intelligent 4WD with triple lock and expert mode, L2 Intelligent ADAS, Intelligent Easy Access dan fitur Integrated Intelligent Parking & Track Reversing.
Di sisi lain, GWM Haval H6 HEV menjadi sebuah Hybrid SUV yang secara sempurna mengombinasikan teknologi canggih dengan desain yang menawan. Haval H6 HEV menawarkan performa yang dinamis, serta pengalaman berkendara menyenangkan namun tetap mengutamakan keamanan.
Performa mesin 1.5T HEV dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) dan baterai Li-lon 1.69kWh menghasilkan tenaga 243 PS dan torsi 530 Nm dan Dual Permanent Magnet Synchronous Motor with Parallel - Serial Hybrid Technology siap melibas segala medan jalanan.
Keamanan pun menjadi prioritas dengan hadirnya Secondary Collision Mitigation, Hi-strength Steel Chassis, Auto Reversing Assistance, Smart Safety dengan L2 Intelligent Safety Assist: Autonomous Emergency Braking, Intelligent Adaptive Cruise Control, Traffic Jam Assist, Rear Cross Traffic Alert, Lane Keep Centering, Lane Change Assist, Blind Spot Detection, Door Open Warning dan kamera 360' Panoramic.
Comfort Luxury tak lupa turut dihadirkan melalui Intelligent ACC + TJA untuk kelancaran berkendara dan Integration Intelligent Parking untuk kemudahan bermanuver saat parkir. Perpaduan kekuatan, keamanan, dan kecanggihan yang siap menemani perjalanan bersama keluarga.
GWM Tank 500 HEV untuk jiwa yang penuh tantangan ditawarkan dalam berbagai warna eksterior seperti Sun Black, COC Grey, Hamilton White. Sedangkan, GWM Haval H6 HEV tersedia dalam berbagai warna eksterior, antara lain Ayers Grey, Hamilton White, Sun Black.
Marketing Director Great Wall Motors (GWM) Indonesia, Hari Arifianto, mengatakan bahwa teknologi hybrid menarik bagi konsumen di Indonesia. Dia menilai kendaraan hybrid paling cocok alias ideal di Indonesia. Berdasar itu Hari juga turut merespons pernyataan dari Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, yang mengatakan bahwa insentif mobil hybrid bisa menghambat pertumbuhan mobil listrik atau BEV.
Hari mengatakan kendaraan hybrid juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi. "Kalau dari GWM, kami tidak bisa memberikan pendapat dari apa yang dikatakan Bapak Moeldoko atau pejabat lainnya. Intinya, kami mendukung dan turut menyukseskan program pemerintah," jelas Hari kepada awak media di Bandung di sela acara Media Test Drive GWM Jakarta-Bandung beberapa waktu lau.
Menurut Hari, pemerintah tentunya memiliki rencana dan program untuk meningkatkan pertumbuhan industri otomotif, terutama kendaraan listrik. "Dulu ada LCGC, kemudian program elektrifikasi, tentunya tiap kebijakan harus didukung dengan pemain industrinya. Misalnya elektrik, kita siapkan cara memanfaatkan insentif mobil listrik. Pemenuhan tingkat kandungan lokal bisa dengan penggunaan baterai produksi lokal," beber Hari.
"Kalau kita melihatnya konsep hybrid memang paling cocok di Indonesia. Ekosistem EV saat ini terkait charging belum menyeluruh dan di satu sisi mobilitas masyarakat perlu jarak jauh," pungkas Hari.
Marketing Director Great Wall Motors (GWM) Indonesia, Hari Arifianto (paling kanan) bersama awak media. (GWM)
Sebelumnya, Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) sekaligus Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut insentif mobil setengah listrik alias hybrid dapat mempengaruhi pertumbuhan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV).
“Tidak bisa dengan mudah berikan izin (insentif ke mobil hybrid) nanti untuk mobil listriknya enggak akan bertumbuh dengan baik,” kata Moeldoko pada jumpa pers penutupan PEVS 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Moeldoko menyebut hingga saat ini, kebijakan mengenai insentif untuk mobil bertenaga kombinasi listrik dan bensin tersebut masih dalam tahap kajian. Hal itu juga diungkapkan Presiden Joko Widodo pada gelaran PEVS 2024 baru-baru ini, yang menyebut insentif masih dibicarakan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Perindustrian.
Pemberian insentif terhadap mobil hybrid, menurut Moeldoko, perlu ditelaah lebih lanjut, terutama mengenai faedah teknologinya terhadap lingkungan dan ekonomi. “Memang sedang digodok (kebijakan insentif mobil hybrid), makanya Presiden waktu ditanya bilang tunggu dulu. Hybrid juga perlu penelaahan lebih dalam, pada situasi tertentu sudah pengurangan bensin. Namun kajian-kajian ini harus lebih dalam lagi,” ujarnya.
Moeldoko berpendapat, mobil hybrid tidak bisa dikategorikan sebagai mobil listrik, karena masih menggunakan bensin. “Saya sebagai ketua Periklindo tidak saya masukkan (mobil hybrid ke kategori EV), EV ya EV murni, jadi kalau hybrid menurut saya tidak dalam kategori EV. Tapi sebagai Kepala Staf Presiden tunggu saja dulu,” imbuh Moeldoko.
Insentif mobil hybrid sejak tahun lalu beberapa kali diwacanakan oleh jajaran pembantu Presiden, di antaranya oleh Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang. Insentif mobil hybrid ini bakal menemani insentif yang sudah diberikan pemerintah untuk mobil listrik, bus listrik, dan motor listrik.
Tahun ini pemerintah kembali memberi insentif bagi mobil listrik, yakni Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 10 persen khusus kendaraan yang dirakit lokal dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) paling rendah 40 persen.
Kemudian pemerintah juga telah memberikan insentif bagi mobil listrik impor (Completely Built Up/CBU) dan (Completely Knock Down/CKD) bebas bea masuk dan PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) untuk para investor yang berkomitmen investasi. Insentif yang akan berdampak pada harga produk tersebut hingga saat ini belum juga dinikmati mobil hybrid dan truk listrik, meski penjualan mobil hybrid mengalami lonjakan signifikan pada tahun 2023 dan diprediksi bakal naik pada tahun ini.
Tag: #respons #indonesia #terkait #pernyataan #ketum #periklindo #yang #sebut #insentif #mobil #hybrid #hambat #pertumbuhan #mobil #listrik