Produksi HP Dunia Diprediksi Makin Seret Imbas Krisis Memori
- Jumlah produksi smartphone sepanjang tahun 2026 diramal makin seret oleh firma riset TrendForce. Proyeksi ini disampaikan TrendForce dalam laporan terbarunya tentang produksi smartphone global kuartal I-2026.
Menurut laporan itu, secara umum produksi smartphone global mencapai sekitar 284 juta unit pada kuartal I-2026. Jumlahnya turun 1,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year-on-year/YoY).
Walaupun krisis memori meliputi industri gadget sejak paruh kedua 2025, tantangan ini dinilai tidak begitu berdampak signifikan terhadap volume produksi smartphone pada triwulan awal 2026. Pasalnya, setiap vendor masih memiliki stok memori murah dari pasokan sebelumnya.
Selain itu, ekspektasi konsumen bahwa harga smartphone akan lebih mahal di masa depan, membantu menjaga pemintaan perangkat dalam jangka pendek, sehingga turut berkontribusi mengurangi dampak kenaikan memori selama produksi kuartal I-2026.
Namun, efek krisis memori diprediksi baru semakin terasa mulai kuartal II-2026. Pada triwulan kedua, temuan TrendForce menunjukkan bahwa sebagian besar vendor ponsel mulai melakukan penyesuaian produksi karena stok memori murah sebelumnya mulai menipis.
Baca juga: Jejak 4G dan Smartphone Disebut Bikin Angka Kelahiran Dunia Anjlok
Pada saat yang sama, harga memori yang naik tajam telah memangkas keuntungan vendor.
Untuk mengatasinya, berbagai vendor menerapkan bermacam cara. Merek yang dikenal dengan produk flagship misalnya, cenderung mempertahankan harga atau memperluas pangsa pasar.
Sementara itu vendor China yang fokus pada segmen menengah dan entry-level, mengadopsi rencana produksi yang lebih tradisional karena tekanan yang meningkat, baik dalam hal kenaikan biaya maupun persaingan yang kian ketat dari Huawei.
Mengacu kondisi tersebut, TrendForce meyakini bahwa produksi smartphone global akan anjlok 16,2 persen YoY, menjadi 1,051 miliar unit di sepanjang tahun 2026.
Jumlahnya boleh jadi lebih rendah lagi bila harga memori tetap naik sehingga mendesak vendor meningkatkan harga ponsel.
6 vendor HP yang paling banyak bikin smartphone
Dalam laporan yang sama, TrendForce merinci vendor smartphone yang paling banyak memproduksi ponsel pada triwulan awal tahun ini.
Dari total produksi 284 juta unit tadi, Samsung menjadi vendor yang paling banyak menelurkan smartphone baru dengan jumlah 62,6 juta unit.
Posisi Samsung dibuntuti oleh lima vendor ponsel lainnya, termasuk Apple, Xiaomi, hingga Transsion. Rinciannya sebagai berikut:
- Samsung - 62,6 juta unit
- Apple - 60,2 juta unit
- Oppo - 29,5 juta unit
- Xiaomi - 26 juta unit
- Vivo - 22 juta unit
- Transsion - 19,8 juta unit
Samsung
Catatan TrendForce menunjukkan bahwa Samsung memproduksi 62,6 juta unit smartphone pada kuartal I-2026. Jumlahnya meningkat 7,6 persen dibanding kuartal sebelumnya dan 2,3 persen YoY.
Peningkatan itu didorong oleh penambahan produksi Galaxy S series terbaru.
Menurut TrendForce, Samsung berada dalam posisi yang relatif aman dalam menghadapi inflasi biaya komponen, berkat dukungan finansial yang kuat dari grup Samsung serta portofolio produk premium yang besar.
Meski demikian, ketergantungan Samsung pada segmen ponsel kelas bawah masih menjadi tantangan, terutama ketika daya beli konsumen melemah.
Baca juga: Daftar Harga HP Samsung Terbaru Juni 2026 di Indonesia
Apple
Apple menempati posisi kedua dengan produksi sekitar 60,2 juta unit pada kuartal pertama 2026.
Produksi iPhone meningkat berkat peluncuran model baru, termasuk iPhone 17e, sehingga total output Apple tumbuh 19,7 persen YoY.
TrendForce menilai Apple memiliki kemampuan lebih baik dibanding banyak kompetitor dalam menyerap kenaikan biaya memori tanpa harus mengorbankan keuntungan.
Karena itu, perusahaan asal Cupertino ini diperkirakan lebih fokus mempertahankan bahkan memperluas pangsa pasar di tengah perlambatan industri, sambil memperkuat bisnis layanan dan software yang menjadi sumber pendapatan jangka panjang.
Xiaomi, Oppo, dan Vivo
Pada kuartal I-2026, Oppo memproduksi sekitar 29,5 juta unit, Xiaomi 26 juta unit, dan Vivo 22 juta unit. Ketiganya menempati posisi ketiga hingga kelima dalam daftar produsen smartphone terbesar berdasarkan volume produksi.
Meski sebelumnya berhasil meningkatkan pangsa pasar secara signifikan, ketiga merek tersebut kini menghadapi tekanan profitabilitas akibat lonjakan harga memori.
TrendForce menyebut ketidakpastian terhadap biaya komponen membuat target produksi mereka sepanjang 2026 berpotensi direvisi menurun apabila tekanan harga terus berlanjut.
Baca juga: Smartphone AI dari ChatGPT Makin Dekati Kenyataan, Ini Bocorannya
Transsion
Transsion memproduksi sekitar 19,8 juta unit smartphone pada kuartal pertama 2026, relatif stabil dibanding periode yang sama tahun lalu.
Vendor asal China yang dikenal sebagai induk merek Tecno, Infinix, dan Itel tersebut menempati posisi keenam secara global.
Karena fokus pada segmen entry-level dan ponsel murah, Transsion menjadi salah satu perusahaan yang paling rentan terhadap kenaikan harga memori karena margin keuntungannya relatif tipis.
Namun, TrendForce menilai permintaan dari pasar negara berkembang masih menjadi penopang penting bagi perusahaan tersebut.
Bahkan, ketika Xiaomi dan sejumlah pesaingnya mulai mengurangi produksi ponsel murah untuk menjaga profitabilitas, Transsion justru berpotensi memanfaatkan celah permintaan yang masih tinggi di pasar yang sensitif terhadap harga, dihimpun KompasTekno dari situs resmi TrendForce.
Tag: #produksi #dunia #diprediksi #makin #seret #imbas #krisis #memori