IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,26 Persen ke Level 5.917
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG hari ini.(Antara Foto/Hafidz Mubarak A)
09:32
11 Juni 2026

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,26 Persen ke Level 5.917

– Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (11/6/2026). Penguatan terjadi di tengah mayoritas bursa saham Asia yang bergerak melemah, sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau stabil.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 5.917,733 atau naik tipis 0,26 persen dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan sempat menyentuh level tertinggi 5.955,20 dan level terendah 5.850,58 Kapitalisasi pasar BEI tercatat mencapai Rp 10.415 triliun.

Baca juga: Saham Bank Rebound Usai BI Rate Naik, Analis: Tekanan Belum Berakhir

Aktivitas perdagangan saham mencapai 4,19 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,88 triliun.

Penguatan IHSG sejalan dengan mayoritas indeks saham domestik. Indeks LQ45 naik 1,20 persen ke level 596,58, sementara IDX30 menguat 1,29 persen ke posisi 339,49.

Di kelompok saham syariah, ISSI naik 1,02 persen ke level 203,71. Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,95 persen menjadi 355,19 dan JII70 naik 0,70 persen ke level 138,38.

Sementara itu, indeks KOMPAS100 menguat 0,91 persen ke posisi 789,63.

Rupiah stabil di level Rp 17.966 per Dollar AS

Di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terpantau tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya.

Berdasarkan data Stockbit, kurs rupiah berada di level Rp 17.966 per dollar AS.

Baca juga: Wall Street Beragam, Ancaman Trump ke Iran dan Aksi Jual Saham Teknologi Tekan Nasdaq

Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelaku pasar menyambut positif keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen pada Selasa.

Menurut Ibrahim, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sebelumnya beberapa kali menyentuh rekor terendah.

"Kenaikan BI Rate juga dinilai membantu pemerintah dalam pelaksanaan lelang obligasi negara, khususnya obligasi tenor 10 tahun yang menawarkan imbal hasil sebesar 7,4 persen," ujar Ibrahim kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).

Bursa Asia mayoritas melemah

Di kawasan Asia, mayoritas indeks saham bergerak di zona merah. Indeks Shanghai Composite China turun 0,36 persen ke level 3.978,88.

Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,63 persen menjadi 63.777,68, sementara indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,74 persen ke posisi 7.673,71.

Baca juga: Wall Street Beragam, Ancaman Trump ke Iran dan Aksi Jual Saham Teknologi Tekan Nasdaq

Indeks Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,43 persen ke level 24.302,66. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,42 persen menjadi 8.616,60.

Adapun The Asia Dow mencatat penurunan terbesar dengan terkoreksi 1,04 persen ke level 6.311,60.

Di pasar mata uang, pasangan dollar AS terhadap yen Jepang bergerak relatif stabil. Kurs USD/JPY tercatat naik tipis 0,02 persen ke level 160,50.

Tag:  #ihsg #hari #dibuka #menguat #persen #level #5917

KOMENTAR