Travel Blogger Ini Terjebak di Kapal Pusat Wabah Hantavirus, Curhat Kisah Pilunya di TikTok
- Kapal pesiar MV Hondius yang terdampak wabah Hantavirus menyimpan kisah pilu. Seorang blogger traveler, Jake Rosmarin membagikan pengalamannya terjebak di kapal tersebut saat wabah melanda.
Traveler asal Boston, AS, itu merupakan satu di antara 150 orang dari 23 negara yang menjadi penumpang kapal MV Hondius, dalam rute pelayaran selama 35 hari dari Ushuaia, Argentina menuju Cape Verde, Afrika.
Baca juga: TikTok Go Resmi di Indonesia, Mudahkan Cari Tempat Makan, Diskon, Sekaligus Dapat Cuan
Wabah Hantavirus yang menewaskan tiga orang penumpang kapal MV Hondius ini menjadi pengalaman yang mengerikan bagi penumpang lain seperti Rosmarin. Ia lantas mengunggah video curhat melalui akun TikTok miliknya dengan handle @jakerosmarin, pada 5 Mei 2026.
Dalam video TikTok yang telah ditonton sekitar 3,7 juta kali itu, Rosmarin sembari tersedu menceritakan bahwa para penumpang di kapal MV Hondius mengalami situasi yang berat dengan nasib yang tak pasti.
“Kami bukan sekadar cerita. Kami bukan hanya judul berita, kami adalah manusia, orang-orang dengan keluarga, dengan kehidupan, dengan orang-orang yang menunggu kami di rumah” kata Rosmarin.
“Ada banyak sekali ketidakpastian dan itu menjadi bagian yang paling berat,” imbuhnya.
@jakerosmarinI also want to acknowledge that Oceanwide Expeditions and the entire crew onboard have been handling this situation to the best of their ability, and I’m very grateful for their efforts throughout. It’s not easy for me to talk about this, but I am doing well. ??
? original sound - Jake | Travel | Boston ???????
Rosmarin juga menyampaikan jika para penumpang saat ini hanya membutuhkan kepastian, rasa aman, dan bisa segera pulang ke rumah. Di akhir video yang berdurasi sekitar 1 menit ini, dia meminta perhatian bersama untuk para penumpang yang terdampak.
Saat ini, kapal yang dikelola oleh perusahaan pelayaran Oceanwide Expeditions
ini sedang berlayar menuju kepulauan Canary, Spanyol, setelah sebelumnya terisolasi di Cape Verde pada 3 Mei 2026.
Wabah Hantavirus yang melanda kapal MV Hondius
Selama MV Hondius berlayar menuju Cape Verde dari 1 April lalu, setidaknya terdapat total delapan penumpang yang terdampak, dengan tiga orang di antaranya meninggal dunia akibat Hantavirus.
Kasus pertama Hantavirus terjadi pada 6 April. Terdapat pria Belanda berusia 70 tahun yang merasa tidak sehat, dengan mengalamI demam, sakit kepala, sakit perut, diare, dan gangguan pernafasan. Ia lantas meninggal pada 11 April.
Penyebab kematian belum bisa ditentukan saat itu dan jasadnya masih berada di kapal selama sekitar dua minggu. Kemudian, pada 24 April kapal berlabuh di Saint Helena. Jasad pria itu diturunkan untuk dipulangkan ke Belanda bersama istrinya yang berusia 69 tahun.
Istrinya juga lantas mengalami gangguan kesehatan. Selama penerbangan kembali ke Belanda bersama jasad suami pada 25 April, kondisi kesehatan wanita ini semakin memburuk dan sempat pingsan di bandara Tambo, Johannesburg.
Wanita tersebut lalu dibawa ke pusat medis dan akhirnya meninggal dunia pada 26 April 2026. Sementara itu, di kapal MV Hondius, terdapat pula pria dewasa kewarganegaraan Inggris yang butuh perawatan dokter karena mengeluh demam dan sulit bernafas.
Pada 26 April, kondisi pria Inggris itu juga semakin memburuk. Kapal itu sudah berada di Pulau Ascension. Pria Inggris ini lalu diterbangkan ke Afrika Selatan pada 27 April untuk mendapat perawatan di rumah sakit.
Selanjutnya, pada 28 April, wanita dewasa asal Jerman melaporkan merasa tidak sehat. Ia juga mengalami kesulitan bernafas dan akhirnya meninggal pada 2 Mei.
Baca juga: Ramai Akun TikTok di Indonesia Terhapus, Imbas Pembatasan Usia 16 Tahun?
Di waktu yang sama, hasil laboratorium pria Inggris yang dirawat di Afrika Selatan keluar.
Ia terkonfirmasi telah terinfeksi Hantavirus.
Pada 3 Mei, saat MV Hondius mencapai sekitar Cape Verde, tiga orang penumpang dilaporkan mengalami demam tinggi, salah satunya adalah dokter kapal. Otoritas setempat melarang kapal berlabuh dan penumpang yang sakit tidak boleh turun.
Lalu, pada 4 Mei, penyebab kematian wanita Belanda yang telah meninggal pada 26 April terkonfirmasi. Wanita tersebut teridentifikasi terpapar virus yang sama, yakni Hantavirus.
Pada 4 Mei, kapal akhirnya bisa berlabuh di Praia, pelabuhan utama Cape Verde, sembari menunggu solusi. Otoritas kesehatan setempat dan World Health Organization (WHO) lantas melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait sumber awal infeksi ini.
WHO menyebutkan bahwa Hantavirus merupakan virus yang tergolong jarang. Virus ini ditularkan melalui kontak dengan tikus atau cairan tubuhnya seperti urine dan kotoran. Dalam kondisi tertentu, virus ini dapat menular melalui gigitan atau cakaran hewan pengerat.
Pada 6 Mei, beberapa penumpang yang diduga terinfeksi dievakuasi dari kapal oleh tim medis dengan menggunakan baju hazmat. Menurut WHO, pasien tersebut kemudian diterbangkan ke Belanda untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Perjalanan menuju Kepulauan Canary
MV Hondius sekarang tengah melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary, setelah negosiasi antara WHO dan pemerintah Spanyol pada 5 Mei. Kapal diperkirakan akan berlabuh di pelabuhan Tenerife.
Dikutip dari Kompas.com, setibanya di Tenerife, seluruh penumpang non-warga negara Spanyol akan dipulangkan ke negara asal masing-masing jika tetap dalam kondisi sehat, kata Menteri Kesehatan Spanyol Monica Garcia dalam konferensi pers di Madrid.
Sementara itu, 14 penumpang asal Spanyol akan menjalani karantina ketat di rumah sakit militer di Madrid. Di tengah rencana pemerintah Spanyol untuk menerima MV Hondius ini, terdapat penolakan dari pemerintah regional Kepulauan Canary.
Presiden Wilayah Kepulauan Canary, Fernando Clavijo, menegaskan tidak setuju dengan rencana pemerintah pusat karena keputusan tersebut tidak berdasar pertimbangan teknis yang memadai.
Kondisi penumpang terkini
Dalam nasib yang tidak pasti ini, kondisi di dalam kapal dilaporkan masih relatif stabil. Penumpang Kasem Hato mengatakan, awak kapal terus memberikan pembaruan dan penumpang diminta menjaga jarak serta rutin menggunakan hand sanitizer.
“Orang-orang menanggapi situasi ini dengan serius tetapi tanpa kepanikan, mencoba menjaga jarak dan memakai masker demi keselamatan,” ujarnya.
“Sehari-hari kami hampir normal, hanya menunggu pihak berwenang menemukan solusi. Namun moral di kapal tetap tinggi dan kami tetap sibuk membaca, menonton film, minum minuman hangat, dan hal-hal seperti itu,” tambahnya.
Senada dengan Hato, Jake Rosmarin yang sebelumnya dilanda kepanikan kini tampak mulai tenang. Ia mengunggah kembali video TikTok yang melaporkan kondisi terkini para penumpang MV Hondius.
Dalam video yang diunggah pada 7 Mei 2026 itu, Rosmarin mengungkap penumpang yang terduga terinfeksi Hantavirus telah bisa dievakuasi dari kapal. Ia juga menceritakan bahwa kapal akan bergerak ke Kepulauan Canary untuk mendapat perawatan kesehatan.
Selain itu, Rosmarin menceritakan bahwa para penumpang di kapal dalam kondisi baik dan tetap bersemangat.
“Selain dua penumpang (terdampak) yang telah diumumkan dan sekarang telah dievakuasi
Semua orang lain di dalam kapal dalam keadaan baik dan tetap bersemangat,” ungkapnya.
Baca juga: Cara Atasi Akun TikTok Terhapus karena Usia, Pengguna Bagikan Langkahnya
Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno. Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.
Tag: #travel #blogger #terjebak #kapal #pusat #wabah #hantavirus #curhat #kisah #pilunya #tiktok