2 Lubang Hitam Bakal Tabrakan 100 Tahun Lagi, Dampaknya Bisa Terasa hingga Bumi
Ilustrasi lubang hitam supermasif (Freepik/freepik)
15:08
20 April 2026

2 Lubang Hitam Bakal Tabrakan 100 Tahun Lagi, Dampaknya Bisa Terasa hingga Bumi

Para astronom menemukan pasangan lubang hitam supermasif yang diduga sedang berada dalam proses tarik-menarik menuju tabrakan besar.

Jika benar, peristiwa kosmik ini diperkirakan bisa terjadi dalam sekitar 100 tahun ke depan dan berpotensi menghasilkan gelombang gravitasi yang dapat terdeteksi dari Bumi.

Menyadur informasi dari Live Science Plus pada Senin, 20 April 2026, berikut ini fakta-fakta dua black holes supermasif yang diduga akan bertabrakan dalam kurun waktu 100 tahun.

Objek sangat terang yang ternyata bukan satu lubang hitam

Penelitian ini berawal dari pengamatan objek sangat terang di alam semesta yang sebelumnya dikira blazar. Objek ini berada sekitar 500 juta tahun cahaya dari tata surya.

Diketahui, blazar dikenal sebagai salah satu objek paling terang di alam semesta karena memancarkan jet energi berintensitas tinggi yang mengarah ke Bumi.

Namun, pengamatan terbaru menunjukkan adanya sesuatu yang tidak biasa pada objek di galaksi Markarian 501.

Ilustrasi Lubang Hitam. [NASA/JPL-Caltech]Ilustrasi lubang hitam (NASA/JPL-Caltech)

Data radio teleskop ungkap keberadaan dua jet energi

Dengan menganalisis lebih dari 80 data dari jaringan Very Long Baseline Array, para peneliti menemukan pola aneh pada jet energi yang dipancarkan.

Alih-alih hanya satu jet utama, terdapat indikasi adanya jet kedua yang berputar berlawanan arah di sekitar pusat galaksi.

Temuan ini mengarah pada kesimpulan bahwa terdapat dua lubang hitam supermasif yang masing-masing menghasilkan jet energi sendiri.

Massa keduanya diperkirakan mencapai puluhan hingga miliaran kali massa Matahari.

Peneliti juga menyebut bahwa pada Juni 2022 terjadi momen sejajar yang langka, ketika gravitasi lubang hitam utama membengkokkan cahaya dari jet lainnya hingga membentuk pola cincin Einstein, sebuah fenomena lensa gravitasi alami.

Dua lubang hitam yang saling mengorbit

Dari hasil pengamatan, kedua lubang hitam ini diduga saling mengorbit dalam waktu sekitar 121 hari untuk satu putaran.

Jarak keduanya juga tergolong sangat dekat dalam skala astronomi, yaitu sekitar 250 hingga 540 kali jarak Bumi-Matahari.

Seiring waktu, jarak ini diperkirakan akan semakin mengecil hingga akhirnya kedua objek tersebut bergabung menjadi satu lubang hitam raksasa.

Ilustrasi lubang hitam (Shutterstock).Ilustrasi lubang hitam (Shutterstock).

Potensi tabrakan dan dampaknya bagi alam semesta

Ketika kedua lubang hitam ini berpotensi bertabrakan, peristiwa tersebut diperkirakan akan menghasilkan gelombang gravitasi yang sangat kuat.

Gelombang tersebut merupakan riak dalam struktur ruang dan waktu yang muncul akibat peristiwa kosmik ekstrem.

Jika benar terjadi, sinyalnya berpotensi lebih kuat dibandingkan peristiwa penggabungan lubang hitam yang pernah terdeteksi sebelumnya.

Gelombang tersebut juga bisa ditangkap oleh detektor di Bumi, membuka peluang baru untuk memahami sifat lubang hitam supermasif.

Temuan ini telah dipublikasikan pada 27 Maret di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, salah satu jurnal ilmiah internasional populer.

Meski belum bisa dipastikan kapan tepatnya peristiwa ini terjadi, penelitian ini memberikan gambaran tentang dinamika ekstrem di pusat galaksi.

Editor: Agung Pratnyawan

Tag:  #lubang #hitam #bakal #tabrakan #tahun #lagi #dampaknya #bisa #terasa #hingga #bumi

KOMENTAR