Tips Bagi Para Pelaku UMKM, Biar Dikenal, Strategi Brandingnya Harus Tepat
Ilustrasi: Pemasaran digital banyak dilakukan pelaku usaha saat ini untuk memasarkan produk mereka. (Simplilearn).
08:52
3 Maret 2024

Tips Bagi Para Pelaku UMKM, Biar Dikenal, Strategi Brandingnya Harus Tepat

  Branding merupakan kunci pertumbuhan bisnis dalam skala apapun, mulai dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM hingga perusahaan besar. Namun, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pebisnis, terutama UMKM.   Beberapa hal yang kerap keliru dalam melakukan branding yakni tidak memperlakukan pelanggan eksisting dengan baik hingga terlalu jor-joran dalam promosi dan diskon hingga malah berefek negatif terhadap brand image. Melihat peran UMKM yang krusial dalam membantu perekonomian nasional, berikut tips branding yang tepat yang dibagikan Aha Commerce:  

  Temukan Celah dan Ceruk Potensial   Niche adalah target pasar spesifik yang ingin dikejar. Di sini, brand harus bisa menemukan niche atau ceruk di pasar, dalam artian bisa menemukan celah untuk bisa menarik perhatian masyarakat di luar dari produk populer.   Caranya, kita bisa mencari area di mana demand belum terpenuhi dan persaingan masih belum terlalu ketat. Hal ini bertentangan dengan pemikiran umum banyak orang yang cenderung mencari produk yang paling laku di pasar dan berbondong-bondong mengimpor produk tersebut, terjun ke pasar yang sudah ramai atau red ocean.    Pendekatan niche yang menghindari perang harga dengan menemukan segmen yang kurang dilayani, memberikan kesempatan untuk inovasi dan menawarkan nilai tambah yang unik. Misalnya, produk sepatu kesehatan yang memiliki sol khusus untuk membantu mengatasi masalah sakit kaki atau punggung.   Berhubung produk itu belum banyak pesaingnya, jadi bisa dibilang itu adalah produk blue ocean. Berbeda dengan pendekatan red ocean yang berfokus pada pasar yang sudah jenuh dengan persaingan ketat, mengejar niche memungkinkan brand untuk menawarkan produk atau layanan yang benar-benar dibutuhkan oleh segmen tertentu, seringkali akan mendatangkan margin keuntungan yang lebih baik.  

  Produk Harus Unik dan Beda   Jika brand ingin dilirik oleh konsumen di tengah persaingan yang ketat, berarti brand wajib menemukan unique selling point (USP), sesuatu yang unik dari produk atau layanan jasa yang menonjol dan memiliki value untuk konsumen dibandingkan dengan kompetitor lainnya.   Dengan adanya USP tersebut, konsumen memiliki alasan kenapa harus membeli produk atau jasa dibandingkan dengan membeli milik kompetitor.  

  Optimalkan Hal Sekecil Mungkin 
  Branding bukan cuma bicara membangun awareness ke calon pelanggan baru, tapi juga bagaimana bisa mempertahankan pelanggan yang ada. Ada beberapa cara untuk bisa meningkatkan engagement ke pelanggan eksisting agar dia betah.    Pertama, dari segi kualitas layanan yang membuat pelanggan merasa nyaman dan aman dalam membeli produk di toko online. Misalnya, konsisten menjaga tingkat balas chat paling lama 30 menit. Selain itu, bisa juga dalam memberikan garansi produk demi kepuasan pelanggan. Sehingga pelanggan bisa nyaman untuk kembali membeli produk bahkan merekomendasikan ke kerabatnya.    Kedua, dari segi pemberian diskon. Banyak yang menilai diskon besar bisa memberikan eksposur penjualan lebih tinggi. Namun, dari sisi branding, diskon besar bisa merusak brand image karena berarti nilai barang yang dijual dianggap lebih rendah. Terkadang hal-hal seperti ini dianggap tidak dignifikan, padahal cukup berpengaruh terhadap persepsi brand itu sendiri.   

  Menggunakan Influencer Boleh, Tapi Harus Efektif dan Efisien   Jasa influencer untuk meningkatkan awareness produk masih dibutuhkan oleh para pebisnis toko online di 2024. Dengan catatan, influencer yang dipilih harus memiliki relevansi dengan bisnis brand tersebut. Misalnya, brand adalah penjual atau distributor onderdil kendaraan hingga memiliki layanan bengkel.    Berarti, brand tersebut bisa menggunakan influencer di sektor otomotif. Sehingga, audience influencer akan relevan dengan produk yang brand tersebut miliki. Menurut data House of Marketers, RoI atau Returns of Investment bisnis dari kampanye influencer yang relevan bisa mencapai 5,7 kali.    Lalu, influencer yang dipilih juga harus memiliki kualitas followers yang relevan dengan kontennya juga. Hal itu bisa terlihat dari tingkat engagement yang tinggi jika dibandingkan dengan jumlah followers-nya. Jangan sampai, memilih influencer yang followers-nya banyak, tapi tingkat engagement-nya rendah. Hal itu akan membuat branding yang mau kita bangun menjadi kurang optimal.    Dalam mengoptimalkan branding klien untuk penggunaan jasa influencer, Aha Commerce membuat beberapa syarat dan ketentuan seperti, usia, gender, dan kesesuaian dengan target market brand klien sehingga optimalisasi dengan influencer bisa lebih efektif dan efisien.   

  Beradaptasi dengan Perkembangan Tren   Salah satu yang perlu diperhatikan brand dalam melakukan branding adalah mengikuti tren yang sedang berkembang. Misalnya, perkembangan tren gaya hidup sehat dari segi makanan dan aktivitas, berarti ketika membuat branding juga harus ada kaitannya dengan hal tersebut.    Sehingga, brand bisa membuat konsumen tertarik untuk mulai aware hingga mempertimbangkan membeli produk. Begitu juga dengan menggunakan channel yang tepat, seperti livestreaming rutin di platform belanja online yang biasanya padat penonton dari jam 8 malam ke atas.   Demikian beberapa tips yang bisa dicatat para pelaku UMKM untuk mendongkrak performa mereka.

Editor: Banu Adikara

Tag:  #tips #bagi #para #pelaku #umkm #biar #dikenal #strategi #brandingnya #harus #tepat

KOMENTAR